Universal

Universal
Me and films

Silahkan Cari

Monday, 3 January 2011

DEXTER SEASON 5 >>> Setelah Rita Tewas, Dexter pun Melanjutkan Hobinya: Memutilasi...!!


Diangkat dari novel Darkly Dreaming Dexter, serial Dexter menjadi salah satu serial televisi ber-rating tinggi di Amerika dan mendulang banyak penghargaan di ajang-ajang bergengsi. Buat yang belum pernah nonton, Dexter bercerita tentang kehidupan Dexter Morgan, seorang Analis Cipratan Darah (bener gak ya terjemahan dari Bloodstain Pattern Analysist gitu??) di kepolisian metro Miami. Kerjaan sampingan Dexter adalah pembunuh berantai yang suka memutilasi korbannya dan dibuang ke laut. Namun yang dibunuh Dexter adalah penjahat-penjahat yang mengerikan juga. Sebenarnya, Dexter sudah menunjukkan gejala sosiopat sedari kecil, makanya sang ayah angkat yang seorang polisi "mendidiknya" untuk melampiaskan hobinya itu ke orang-orang jahat. Selama empat musim kita di bawa ke petualangan mendebarkan Dexter memburu dan diburu penjahat, dan kehidupan sosialnya di tempat kerja dan juga kehidupan perkawinannya.

Memasuki episode terakhir musim ke empat, serial ini menjadi serial yang paling banyak ditunggu orang kelanjutannya. Tak terhitung forum-forum di internet mengobrolkan apa yang bakal terjadi setelah salah satu karakter penting dalam hidup Dexter harus tewas mengenaskan. Para penulis cerita tak kalah cerdik dengan menghembuskan rumor plot yang beberapanya palsu. Makin panaslah perdebatan gak penting tersebut.

Jauh-jauh hari, Show Time telah mengumumkan bahwa di musim kelima ini, dua bintang beken akan bergabung, yaitu Julia Stiles dan Johny Lee Miller. Urusan akting, kedua bintang ini tidak perlu diragukan lagi dong. Maka semakin menggebu-gebulah penonton mengikuti episode demi episode serial keren ini.

Episode awal dibuka dengan kebimbangan Dexter sepeninggal orang terpenting dalam hidupnya dan terus dihantui apa yang bakal terjadi dengan ketiga anaknya, sementara hobi utamanya, yaitu memutilasi penjahat, harus tetap ia lakukan.

Namun tak lama Dexter disibukkan kembali dengan perburuan para pembunuh berantai keji yang membunuh gadis-gadis muda, yang membuatnya bertemu Lumen (Stile). Episode demi episode menguak kalau Lumen adalah korban gagal seorang motivator ternama Jordan Chase (Miller).

Sementara Debra Morgan, adik angkat Dexter, mulai menjalin hubungan dengan Quinn. Quinn yang di musim sebelumnya sering mencurigai gerak-gerik aneh Dexter, makin menggebu menggali lebih jauh, namun terbentur rasa sukanya terhadap Debra. Jika di musim-musim sebelumnya karakter Debra banyak tereksporasi dengan sangat baik, maka musim ini giliran karakter Quinn yang banyak diketengahkan. Stategi yang sangat jitu di sektor plot. Saya menunggu eksplorasi karakter si botak Matsuka yang ngeres dan kocak itu, semoga di musim depan ya.

Kasus-kasus lain juga harus dihadapi oleh kepolisian Metro Miami. Ujian perkawinan Laguerta Batista makin meruncing juga, pun demikian Dexter yang ikut pusing mencari pengasuh bayinya.


Musim ke lima ini masih tetap mendebarkan untuk tetap diikuti. Hadirnya Julia Stile makin menaikkan ritme ketegangan. Stile mampu secara ekspresif menggambarkan karakternya dengan sangat baik. Dan Johny Lee Miller mampu menghapus imej konyol Eli Stone yang kadung lekat di dirinya dengan tampil mengesalkan. Kedua bintang ini benar-benar nyawa di musim ke lima ini.

Di musim ini, semua ketegangan, ritme, dan dramalurgi masih terjaga dengan baik, walau sebelum hadirnya karakter Lumen, cerita masih terbata-bata tidak jelas. Hadirnya Lumen banyak mendapat simpati penonton yang menginginkan Dexter punya kekasih yang mengetahui semua rahasia gelapnya. Akhirnya Dexter found his soulmate, namun publik sudah tahu kalau Julia Stiles tidak dijadwalkan bermain lebih dari satu musim, tapi tetep gak menutup kemungkanan kalo Julia bakal main lagi? Ekplorasi karakter Dexter pun dengan lugas di paparkan disini. Tentu saja, karakter-karakter penting lainnya masih sangat cukup proporsional di tampilkan sepanjang 12 episode.

Oh ya, salut juga buat PH dan penulis cerita yang tetap konsisten membuat serial ini berepisode ringkas (12 atau 13 doang) walau rating dan popularitas menjulang.

Gak sabar nunggu next season...

>>Ithonx<<

SPONGEBOB SQUAREPANTS >>> Kisah Penduduk Bikini Bottom Berlanjut Ke Musim 9


Petualangan Spongbob, Patrick, Mr. Krab, Sandy dan Garry The Snail bakal terus berlanjut tahun ini.

Ini berita resmi dari Nickelodeon:


NICKELODEON ANNOUNCES NINTH SEASON OF ANIMATED MEGA-HIT “SPONGEBOB SQUAREPANTS,” REACHING SERIES’ LANDMARK 200TH EPISODE


26 New Episodes of 2010′s Top Animated Kids’ and Tweens’ Program Will Roll Out in 2012

Burbank, Calif., January 3, 2011 – Nickelodeon, the number-one kids’ brand and largest producer of television animation in the world, has picked up a ninth season of the hit animated series SpongeBob SquarePants, it was announced today by Brown Johnson, President, Animation, Nickelodeon and MTVN Kids and Family Group. The network is adding 26 episodes to the series, which ranks as the top animated program with kids and tweens in 2010, that will roll out in 2012, including the series’ landmark 200th episode. SpongeBob SquarePants has been TV’s number-one animated series with kids 2-11 for 10 consecutive years.

“SpongeBob’s success in reaching over 200 episodes is a testament to creator Stephen Hillenburg’s vision, comedic sensibility and his dynamic, lovable characters,” said Johnson. “The series now joins the club of contemporary classic Nicktoons that have hit this benchmark, so we’re incredibly proud.”

SpongeBob SquarePants capped off 2010 as the number-one animated show among kids 2-11 (followed by The Penguins of Madagascar) and kids 6-11 on broadcast and basic cable. The series is also basic cable’s top animated show with total viewers. SpongeBob SquarePants is seen in 171 markets in 26 languages and is the most widely distributed property in MTV Networks’ history.

The last SpongeBob SquarePants special, “Mystery with a Twistery,” aired Nov. 11 and was the year’s top animated telecast with kids 2-11 on TV and basic cable’s number one animated series with 6.6 million total viewers (+122%). The series’ next special, “Legends of Bikini Bottom,” is an hour-long anthology of brand-new four underwater tales that will premiere Jan. 28, 2011.

SpongeBob SquarePants is executive produced by creator Stephen Hillenburg, who previously worked as a writer, director and creative director on Nickelodeon’s animated series Rocko’s Modern Life. Hillenburg graduated from the California Institute of the Arts with a master’s degree in experimental animation and studied marine biology and art as an undergraduate. Hillenburg created and executive produced The SpongeBob SquarePants Movie which hit theaters in November 2004.

Paul Tibbitt served as a director and writer on SpongeBob SquarePants for its first three seasons and is currently executive producer. He wrote some of the show’s most memorable episodes, such as “Ripped Pants” and “Mermaid Man & Barnacle Boy.” Tibbitt was one of the co-writers and storyboard artists on The SpongeBob SquarePants Movie. SpongeBob SquarePants is a Nicktoons Production and is produced at the Nickelodeon Animation Studios in Burbank, Calif.

Nickelodeon, now in its 31st year, is the number-one entertainment brand for kids. It has built a diverse, global business by putting kids first in everything it does. The company includes television programming and production in the United States and around the world, plus consumer products, online, recreation, books and feature films. Nickelodeon’s U.S. television network is seen in more than 100 million households and has been the number-one-rated basic cable network for 16 consecutive years. For more information or artwork, visit www.nickpress.com. Nickelodeon and all related titles, characters and logos are trademarks of Viacom Inc. (NYSE: VIA – News, VIA.B – News).

GULLIVER'S TRAVELS >>> Jack Black Kekurangan Amunisi Buat Ngelucu...!!


Tanpa ada rencana mau menonton film ini, maka ketika memasuki gedung bioskop dan memakai kacamata 3D saya tak punya banyak pengharapan layaknya menonton tayangan film yang fenomenal.

Terkadang sebel juga melihat cerita klasik yang dipaksakan termodernisasi tanpa juntrungan sehingga menjadi gak karuan. Lain halnya jika kisah legendaris Gulliver ini dibuat lagi dengan tone yang lebih baru layaknya Alice in The Wonderland tempoh hari, maka tak segan kaki melangkah ke gedung bioskop.

Semua orang tahu cerita Gulliver dan bangsa Liliput, maka tak selayaknya menceritakan plotnya disini. Tentu saja CGI dan render yang sangat halus harus kita puji lantaran tampilan Gulliver yang mendadak menjadi raksasa di tengah kerajaan bangsa Liliput sangat bisa dinikmati, namun selebihnya adalah kekecewaan yang besar bagi banyak penonton.

Plot begitu datar dan begitu mudah ditebak. Ditambah lagi usaha penulis cerita yang tampaknya mencomot banyak premis2 film terkenal sebelumnya. Mulai dari Alice In Wonderland, Transformers dan yang paling jelas adalah Bugs' Life (animasi keren itu loh).

Jack Black tampil seperti biasa, sangat annoying dan sok tahu. Amanda Peet tampil seadanya dan tak perlu berakting susah payah. Jason Segel rada lumayan walau tidak begitu charming. Pujian nampaknya harus dialamatkan kepada Emily Blunt (princess) dan Chris O'Dowd (General Edward) yang menjadikan film ini menjadi sedikit bernyawa.

Semua dialog dan lawakkan terasa sangat garing walau terkadang bisa juga membuat nyengir, namun membuat terbahak-bahak kayaknya sangat susah.

Ada lubang plot yang sangat tidak menyenangkan disini. Diceritakan Gulliver di usir dari negeri Liliput karena ketahuan bohong dan kalah dari "Transformer", kemudian di hanyutkan ke laut. Gulliver sampai ke negeri dimana dirinya hanya sebesar boneka barbie dan ditawan seorang anak perempuan. Bayangkan, jika Gulliver saja sebesar raksasa di negeri Liliput, apalagi orang-orang di negeri tersebut!!! Kemudian Horatio datang DENGAN MUDAHNYA menjemput Gulliver, untuk kemudian melarikan diri menuju negeri Liliput. Padahal, Penonton sudah berharap akan ada plot kejutan disini, namun yang terjadi malah 'siksaan' lewat adegan-adegan super klise. Payah.

Film ini nyata sekali tidak dipersiapkan untuk 3D, dan konversi yang asal-asalan tersebut hanya akal-akalan pembuat film yang ingin dapat untung gede. Alhasil yang ada hanya kepala pusing lantaran dipaksa memakai kacamata 3D yang tanpa efek apa-apa.

Akal-akalan seperti ini bisa jadi bumerang jika para pembuat film hanya mencari untung saja. Ujung-ujungnya, film2 yang memang dibuat khusus untuk teknologi 3D tidak pedulikan orang lantaran penonton kapok dibohongi.

>>Ithonx<<

Thursday, 30 December 2010

UGLY BETTY Season 4>>> From Poncho To Honcho >>> dan...Cerita pun Berakhir, Selamat Tinggal, Betty..!

Ugly Betty bukanlah satu-satunya adaptasi Yo Soy Betty LaFea, telenovela produksi Kolombia yang fenomenal itu. Jika kalian buka Wikipedia, maka tercatat tak kurang dari 20 negara mengadaptasi kisah gadis buruk rupa itu ke dalam banyak versi, termasuk juga Indonesia.

Yo Soy Betty LaFea (artinya kira-kira 'Akulah Betty, si buruk rupa) atau kita sebuat saja versi orisinil Betty, bercerita tentang gadis bernama Beatriz Pinson Solano atau pendeknya Betty yang (sebenarnya tidak buruk rupa) berpenampilan sangat tidak modis: poni tebal berminyak, rambut panjang tak teratur, berkacamata tebal, berkawat gigi dan selera busana yang sangat buruk. Betty lulusan universitas dan sangat brilian di bidang ekonomi, namun nasib membawanya bekerja di EcoModa, sebuah rumah mode ternama yang sedang diambang ke bangkrutan. Kepintaran Betty mampu menyelamatkan EcoModa, namun penampilan fisiknya membuat dirinya menjadi bulan-bulan semua orang diperusahaan itu, termasuk sang bos tampan Armando Mendoza.

Ratusan Episode membawa penonton menelusuri hari demi hari bagaimana Betty bergerilya di belantara fesyen dimana imej dan penampilan adalah segalanya. Liciknya Patricia, Marcela, dan Daniel menjadi bumbu tersendiri telenovela yang tayang dengan rating tinggi di RCTI ini. Belum lagi perseturan antar saudara yang memperebutkan EcoModa, intrik antar pacar-pacar Armando dan pertemanan pasang surut Betty dan teman-temannya yang 'tidak cantik'. Perlahan Betty mendapat banyak respek dari semua orang dan merebut hati Armando yang seorang playboy itu. Dan semua orang tahu akhir ceritanya. Betty dan Armando menikah dan bahagia.


Ugly Betty tidak mengadaptasi mentah-mentah Yo Soy Betty LaFea, namun hanya mengambil nyawa cerita dan memberi plot berbeda. Betty Suarez yang keturunan Mexico diceritakan pintar dengan penampilan sama persis dengan Betty Pinson Solano, melamar menjadi asisten editor sebuah majalah mode bernama MODE yang beroplah tinggi. Sang pemilik, Bradford Meade memilih Betty lantaran sang anak yang bakal mewarisi MODE suka sekali meniduri asistennya yang cantik. Awalnya Betty dianggap sebelah mata, namun perlahan membuktikan kalau dia mampu menjadi asisten yang handal walau sebenarnya ia bercita-cita menjadi editor majalah "berisi" dan bergengsi, bukan majalah fesyen.

Betty harus menghadapi Wilhemina Slater dan asistennya Marc yang super licik, penghinaan-penghinaan Amanda sang resepsionis, dan intrik antar keluarga yang berebut menjadi pemilik Mode. Sama halnya dengan Yo Soy Betty.., Ugly Betty lebih condong bergenre drama komedi walau Yo Soy Betty lebih membidik plot yang lebih serius. Betty di Ugly Betty digambarkan tidak se 'mengerikan' Betty di Yo Soy Betty. Betty Suarez kerap ditaksir cowok-cowok keren dan berulang kali menjalin hubungan serius dengan pria-pria yang tidak bisa dibilang jelek. Juga, Ugly Betty memberi porsi yang sangat-sangat besar untuk menceritakan keluarga Betty yang terdiri dari sang ayah Ignacio Suarez, sang kakak perempuan seksi Hilda Suarez dan anaknya Justin. Seperti yang dibilang tadi, Betty juga menjalin hubungan dengan beberapa pria sepanjang musim, mulai dari Henry, Gio, dan Matt. Dan inilah yang menjadi ganjalan banyak penonton. Jika Yo Soy Betty... menakdirkan Betty menikah dengan Armando, maka Ugly Betty dengan teganya tidak melakukan hal yang sama. Bahkan tanda-tanda Betty dan Daniel mulai menumbuhkan rasa cinta pun tidak pernah ada. Sang bos di Betty versi orisinil diceritakan sangat tengil dan menjengkelkan dalam konteks yang masih seru disaksikan, namun bos di Ugly Betty lebih terkesan lembut dan menyenangkan. Tapi tak apalah, mungkin perspektif orang Amerika beda dengan orang Kolombia yang lebih memanjakan pemirsa yang haus happy ending.


Menjabani empat tahun sebagai Betty Suarez, America Ferrera berhasil merampungkan tugasnya dengan sangat baik. Penonton mesti bersabar menyaksikan metamorfosisnya berubah menjadi cantik di 5 episode terakhir. Semua bintang yang memerankan keluarganya juga patut diacungi jempol dengan berakting sangat bagus.


Eric Mabius yang berperan sebagai bos-nya Betty, Daniel Meade tampil dengan baik dan penuh kharisma. Karakternya yang moody dan terkadang rapuh mampu membuat penonton bersimpati pada beberapa episode. Daniel diceritakan menikahi Molly, tunangan temannya. Namun Molly kemudian diceritakan meninggal akibat kanker membuat penonton berharap agar Betty nanti menggantikan posisi Molly, namun tak pernah terjadi.

Vannesa Williams adalah nyawa bagi serial ini sebenarnya. Penampilannya sebagai Wilhemina Slater yang licik dan penuh akal bulus sangat patut diapresiasi. Karakter Wilhemina benar-benar mengerikan namn tetap membuat penonton menantikan kehadirannya di setiap episode. Benar-benar karakter that we love to hate. Namun, karakter Wilhemina Slater tetap dibuat abu-abu sehingga dibanyak episode, penonton merasakan kepedihan, kelucuan, dan perasaan wanita besi ini.

Selebihnya, karakter-karakter lainnya mampu membuat cerita ramai dan enak diikuti. Amanda dan Marc yang kadang baik dan kadang licik cukup memberi warna. Christina, Ignacio, Hilda, dan Justin juga memberi cabang plot yang tetap proporsional sepanjang musim. Hadirnya pria-pria pemuja Betty: Henry, Gio dan Matt juga mampu menghidupkan karakter Betty sehingga lebih masuk akal.

Bintang-bintang tamu beken juga mewarnai sepanjang musim penayangannya. Salma Hayek yang juga produser serial ini tampil mengesankan. Eddie Cibrian, Adam Rodriguez, Shakira, dan beberapa lainnya lumayan berkesan juga

Sebagai sebuah dramedi yang di dua musim awalnya sangat fenomenal, Ugly Betty masih membawa nyawa telenovela. Telenovela 'menghalalkan' plot yang aneh dan tak masuk akal semisal mati kemudian ternyata masih hidup, anak yang dibuang, persaingan yang mengada-ada, terlalu banyak kebetulan, operasi kelamin yang sangat janggal, perselingkuhan yang tidak diketahui sebelum menikah. dan lain sebagainya. Dan Ugly Betty pun dengan tidak segan-segan mengadopsi sub-sub plot tersebut sehingga terkadang sangat tidak realistis.

Namun apapun juga, Ugly Betty mampu menjadi tontotan unik bagi banyak kaum minoritas di Amerika dan memberi inspirasi bagi orang-orang yang tidak punya fisik di atas rata-rata.

Bahwasannya, inner beauty adalah yang terpenting.

Tidak bersatunya Betty dan Daniel (jatuh cinta juga nggak) memang sangat disesalkan penonton yang masih membandingkannya dengan versi orisinil menjadi ganjalan tak termaafkan bagi banyak orang. Namun menutup cerita dengan sangat baik dan ending yang tidak menggantung harus juga diapresiasi dengan selayaknya karena penulis cerita sangat ingin melihat kepuasan penonton akan nasib semua karakter yang terlibat.

Bye Betty, thanks for the inspiration..!

>>Ithonx<<

Hawaii Five-O >>> Polisi-Polisi Rupawan Siap Beraksi..!!


Tulisan ini dibuat kelar menikmati satu episode pertama dari 12 episode yang telah selesai ditayangkan. Episode dibuka dengan adegan Steve McGarret yang memimpin rombongan ekstradisi penjahat kelas kakap, namun tiba-tiba Steve mendapat telepon dari kakak sang tahanan bahwa ayahnya mereka sandera dan menginginkan barter tahanan. Adegan kemudian berlanjut dengan diserangnya rombongan dan baku tembak yang mengakibatkan tewasnya sang tahanan. Kematian adiknya membuat sang kakak marah besar dan membunuh ayahnya Steve.

Adegan kemudian beralih ke pemakaman ayahnya Steve, sementara gubernur menginginkan Steve membentuk tim khusus untuk mencari tahu keberadaan Hesse yang merupakan penjahat kelas kakap dengan banyak bisnis haram. Steve kemudian bertemu Danny, detektif yang baru saja mutasi ke Hawaii. Danny juga disibukkan dengan masalah anak dan mantan istrinya. Dan penyelidikanpun membuat kedua orang yang cepat akrab ini bertemu Chin Ho dan Kono yang masih berkerabat dekat, dan masuk ke tim mereka.

Penyelidikan dan pengejaranpun dimulai. Kejahatan terkuak, penjahat tertangkap dan tewas. Dan mungkin formula seperti itu akan terus berulang di setiap episode.

Yang membuat serial ini segar tentu saja setting dan cast-nya. Berlokasi di Hawaii membuat serial ini banjir gambar-gambar indah pulau eksotis tersebut, dan juga cewek-cewek berbikini. Juga, empat aktor utamanya yang rupawan dan bertubuh indah menjadi nilai lebih.

Hadirnya serial kepolisian dengan ritme eksyen yang kental lumayan menyegarkan juga saat ini dimana serial-serial kepolisian lebih memprioritaskan dramalurgi dan mengandalkan terlalu banyakhal-hal prosuderal dan kecerdasaan yang berlebihan. Spin off-spin off CSI dan NCIS memang membuat drama kepolisian menjadi berbeda dan cerdas, namun penonton juga rindu dengan serial-serial dengan peran utama polisi-polisi kekar yang siap menghadapi penjahat-penjahat dengan bumbu eksyen seru layaknya serial-serial tahun 80an dan 90an. Mungkin inilah yang membuat Hawaii Five-O meraup 14 juta lebih penonton di episode awalnya.

Jika hiburan ringan dengan bumbu eksyen dan eksotisme adalah tujuan utama, maka Hawaii Five-O adalah pilihan tepat. Adegan dor-doran dan gebak-gebuk mungkin tidak sebanyak film-film layar lebar, namun sineas Len Wiseman yang sukses menggarap Die Hard dan Underworld mampu menyelaraskan cerita dan eksyen dengan proporsional.


Hanya dengan menonton satu episode kayaknya terlalu dini membicarakan perkembangan plot dan karakterisasi. Namun kayaknya Alex O'Loughlin yang berperan sebagai Steve McGerret sang pemimpin tim lumayan pas. Scott Caan yang berperan sebagai Danny lumayan berhasil dengan sisi komedinya, sementara Daniel Dae Kim yang kelar merampungkan perannya sebagai Jin di LOST tak terlalu bermasalah dengan pantai, hehe. Grace Park yang cukup seksi juga lumayan menggigit sebagai sepupunya Chin Ho (Daniel Dae) yang jago bela diri dan menembak.

Dan yang paling berkesan tentu saja hadirnya theme song asli yang membuat kita mau tak mau bernostalgia dengan versi klasiknya. Ah, memory.

>>Ithonx<<

Baca juga postingan ini:

New Hawaii Five-0 >>> Remake Yang Disesaki Bintang2 Keren


ETHAN HAWKE & DANE COOK MAIN DI SERIAL TV >>> Para Aktor Film Menyerbu Layar Gelas


Wednesday, 29 December 2010

FALLING SKIES >>> Drama Serial Serangan Alien Yang Diproduseri Steven Spielberg !!


Dengan mendengar Steven Spielberg duduk sebagai produser serial paling diantisipasi ini saja sudah membuat jutaan penggemar sineas jenius itu senang bukan kepalang, apalagi di serial ini dibintangi mantan dokter muda tampan di ER, Noah Wyle yang ditemani oleh Moon Bloodgood (Terminator Salvation), Drew Roy (Secretariat), Maxim Knight (Brothers & Sisters), dan Seychelle Gabriel (The Last Airbender).

Noah Wyle berperan sebagai mantan dosen yang menjadi pemimpin para tentara dan penduduk sipil yang berperang melawan pendudukan para makhluk asing.

Nah, ini sinopsis resmi yang di rilis oleh TNT:

FALLING SKIES is an exciting new series from DreamWorks Television and executive producer Steven Spielberg. Noah Wyle (ER, TNT’s The Librarian movies) stars as a former college professor who becomes the leader of a group of soldiers and civilians struggling against an occupying alien force. Moon Bloodgood (Terminator Salvation) co-stars as Anne Glass, a therapist who works with the surviving children to help them cope with the traumatic situation. The series also stars Drew Roy (Lincoln Heights) as Hal and Maxim Knight (Brothers & Sisters) as Matt, Tom’s two sons; and Seychelle Gabriel (Weeds) as Lourdes, an orphaned teenager who helps run the group’s commissary. Will Patton (Armageddon, TNT’s Into the West) will play a recurring role as a fierce resistance fighter.

Gak sabar nunggu...!!

Sunday, 26 December 2010

BIOPIK AUNG SAN SUU KYI SEGERA DIRILIS >>> Michelle Yeoh Memerankan Sang Wanita Tangguh Itu..!!


Sutradara Luc Besson segera merilis biopik Aung San Suu Kyi yang akan berjudul The Lady.

Starring Michelle Yeoh as Aung San Suu Kyi and David Thewlis as her late husband Michael Aris, The Lady details their love story as well as her political work.

No release date has been set yet but it has been announced for 2011.

Here is the official synopsis:

THE LADY is an extraordinary love story, that of a man, Michael Aris, and above all an exceptional woman, Aung San Suu Kyi, who will sacrifice her own happiness for that of her people.

Yet the infinite love that binds them will not vacillate despite the separation, the absences, the isolation and the brutality of the ruling military junta in Burma. THE LADY is also the story of a woman who became one of the modern icons of the fight for democracy.

THE LADY is an original screenplay by Rebecca Frayn, written after three years of research and interviews with Aung San Suu Kyi’s entourage, which allowed her to reconstitute for the first time ever the real story of Burma’s national heroine.

Can't wait to see it...!!

Saturday, 25 December 2010

DEVIL >>> Jika Iblis Ada Diantara Kita..

Kelar membesut The Last Air Bender, penulis cerita merangkap produser dan sutradara asal India, M. Night Shyamalan kembali hadir ke habitatnya: menakut-nakuti kita dengan cara yang cerdas. Memang beberapa film ber-twist ending-nya terus dihujat para kritikus (Lady in The Water ataupun The Happening), namun tajinya di Hollywood tetap memberi angin segar dan film-filmnya tetap di tunggu.

Devil (disebut juga The Night Chronicles: Devil) berdasarkan cerita-nya M.Night Shyamalan sendiri, namun di tulis oleh Brian Nelson dan disutradarai oleh John Erick. Kalo sinopsis sih semua orang mungkin dengan mudah menemukannya dimana-mana, intinya ada lima orang yang terperangkap di elevator dan salah satu dari mereka adalah sang Iblis, dan satu persatu dari mereka tewas mengenaskan tiap kali lampu di dalam elevator padam.

Shyamalan dan timnya memang jago membuat misteri tetap terjaga hingga akhir film sehingga ritme film menjadi enak diikuti. Karakter yang terlibat dibuat begitu hidup sehingga penonton ikut terlibat dalam menebak-nebak yang manakah sang Iblis. Para aktor menjalankan tugasnya dengan baik dan memberi penampilan yang prima.



Chriss Messina yang memerankan Detektif Bowen di Philadelphia memang kurang gregetnya, namun tetap bisa membuat film ini berkesan. Sementara Logan Marshall-Green (kakaknya Ryan Atwood di The OC) cukup membetot perhatian dengan aktingnya di paruh akhir cerita.

Memang, Devil belum setara dengan karya Shyamalan lainnya semisal The Sixth Sense dan The Sign, namun keunggulan film ini tentu saja plot dan cara bertutur tanpa spesial efek berlebihan layaknya film-film thriller lainnya.

Dengan premis sederhana, plot mampu dibangun dengan menarik tanpa harus berlebihan menampilkan hal-hal supranatural layaknya film-film horror yang tipikal.

Good job, Manoj..!!

**Ithonx**