Universal

Universal
Me and films

Silahkan Cari

Showing posts with label Music DVD. Show all posts
Showing posts with label Music DVD. Show all posts

Sunday, 17 July 2011

CD HUNTING


Hasil perburuan CD ke empat penjuru mata angin: dan yg dibeli:

1. Lee Dewyze (75rb): Live it up; Lagu Sweet Serendepity-nya super duper bikin semangat. Lagu Brooklyn Bridge bikin pengen ke Amrik...

2. Shayne Ward: Obsession (75rb) ; Setelah pita suaranya di operasi, Shayne sedikit berubah aliran musiknya, dan bodi-nya jd buff krn suka fitnes. Lagu Waiting In The Wings-nya gila2an keren

3. Mariah Carey: Music Box (75rb); Cuma pya kaset doang, jd pas nemu album ini gila2an hepi. Ini album legendaris krn memuat lagu2 super massive hits kyk HERO, DREAMLOVER, WITHOUT YOU, ato ANYTIME U NEED A FRIEND

4. Eh nemu DVD MARIAH #1. (50rb) Sudah pya sih, tp demi melihat DVD ini dikemas dlm bentuk 3D dan ada bonus kacamata 3D segala....harus dibeli....

CD Bekas
1.Babyface: The Day (55rb) (1996); Bukan bekas pakai, tp bekas dari toko. Di toko B.U 68 Bandung ada album ini yg masih di segel rapi belum terjamah. Album ini super bagoos krn featuring musisi2 TOP kyk Mariah Carey, Kenny G, Stevie Wonders, Timbaland dan jg Eric Clapton. Satu Kata: Suuuuper.

2. Take That: Nobody Else (45rb) (1996) ; Nih boyband super keren dan mampu menembus pasar amrik di jamannya. Lagu legendaris Back For Good ada disini. Mantaps.

>>Ithonx<<


Thursday, 21 October 2010

THE GUYS (TV ACTORS) IN MARIAH CAREY'S VIDEOS >>> Pria-Pria di Video Klip Mariah Carey >>> Jack McBrayer (Touch My Body)


Jack McBrayer
(Touch My Body)

Jack is the luckiest geek ever..!! He is best known for portraying Kenneth Parcell on the television series 30 Rocks, a role for which he received an Emmy nomination. See? He IS so lucky...!!


Jack McBrayer was born in Georgia, and studied theater at the University of Evansville.

On August 10, 2007 and September 20, 2008 he made cameo appearances, playing his character (Kenneth Parcell) from 30 Rock. He is loved by the viewerws and became regular cast ever since.

Jack also had a minor recurring role as a waiter at the Bluth family's country club in Arrested Development.

During the video shoot of Touch My Body, it is reported Jack accidentally hit Mariah in the face with a frisbee. The Frisbee was dropped from the shoot after the diva's bodyguard came and explained to him that he should probably be more careful.

Jack appeared in the 2010 film Cats & Dogs: The revenge of Kitty Galore. He has a recurring role on the third season of Phineas and Ferb, playing the part of Irving, a fan of Phineas and Ferb. He also regularly appears in the skit "Knock Knock Joke of the Day" on the hit children's television show, Yo Gabba Gabba since season 2.

Mariah and Jack in Touch My Body:


Tuesday, 5 October 2010

The Other Side of Down, David Archuleta >>> Bocah Tampan Bersuara Emas Itu Sudah Sangat Hebat dan Matang Sekarang

Beberapa jebolan American Idol memang lumayan bertaji di panggung hiburan internasional. Ada yang dapat Grammy atau American Music Awards dengan penjualan album fantastis, ada yang masuk nominasi oscar, dan ada juga menjadi diva di genre musik tertentu.

Menyebut nama David Archuleta sepertinya mau tidak mau menyebut kontes bakat yang sudah kehilangan juri-juri favorit itu. Kalah dari David Cook tidak menjadikan Archie kehilangan fans nya. Terbukti penjualan albumnya mengalahakan suara garang Cook.

Sesuai pangsa pasar dan usia, musik Archie lebih easy listening namun tetap dengan kualitas yahud. Membandingkan fenomena Archuleta dan Justin Bieber sangat tidak berimbang. David Archuleta adalah sebuah paket lengkap tanpa sensasi dan musik kacangan. Suaranya pun sangat mencerminkan seorang penyanyi sejati.

Jika dalam album perdananya, Archie berkutat dengan masalah cinta dan musik ringan yang tidak membuat bosan, maka album ketiganya ini (album kedua album Christmas), Archie memberi warna tema dan musik yang beragam. Memang single pertama, "Something about love" mengingatkan pada "Crush", namun tembang-tembang lainnya begitu menghentak dan ramai walau beberapa lagu mellow masih mewarnai.

Jelas terlihat bahwa musikalitas David Archuleta sudah sangat matang. Sepuluh dari 12 lagu dialbum ini adalah hasil karyanya yang dibantu para penulis professional lain. Satu tahun ia habiskan untuk menggarap album ini benar-benar terbayar. Olah vokal dan ciri khas bernyanyinya dengan falsetto dan suara tinggi benaar-benar dieksplorasi dengan efektif. Celotehnya tentang hidup di Elevator sangat dinamis dan tidak membosankan. Lagu yang juga menjadi judul albumnya, The Other Side of Down tentu saja tidak boleh dilewatkan. Parachutes And Airplanes pasti mengundang pertanyaan "Lagu apa sih dengan judul seperti ini?" Dan ternyata sangat luar biasa. Menjabarkan satu demi satu lagu yg ada di track list album ini tidak akan ada habisnya, Intinya, yahud dah.

Tavorite tracks: All tracks

Track List
1. The Other Side Of Down (3:13)
2. Something ‘Bout Love (4:22)
3. Elevator (3:24)
4. Stomping The Roses (3:01)
5. Who I Am (3:44)
6. Falling Stars (3:35)
7. Parachutes And Airplanes (3:33)
8. Look Around (3:26)
9. Good Place (3:25)
10. Complain (3:24)
11. Things Are Gonna Get Better (3:14)
12. My Kind Of Perfect (3:37

Monday, 13 September 2010

Celine: Through the Eyes of the World


Sebagai penggemar berat Mariah Carey, DVD ini benar2 bikin gigit jari. Film dokumenter yg di rilis di bioskop Februari 2010 ini hadir dalam bentuk DVD bulan Mei ini, dan trs trg,DVD Mariah Carey: Around The World yg dirilis akhir 90an tidak2 ada apa2nya dibanding DVD Celine. Bayangkan, DVD Mariah hanya berdurasi 56 menit dg bonus hanya 3 video klip, sedangkan DVD Celine berdurasi hampir 3 Jam..!! dengan garapan yg spektakuler. Tentu saja yg dibandingkan DVD-nya, karena membandingkan Mariah dan Celine secara fisik,vokal,prestasi, dan busana adalah kerja yg sia2 karena mereka punya pangsa pasar dan ciri khas yg sama2 luar biasa, kesamaannya mgk mereka berdua adalah diva2 yg masih eksis dan rajin menggelar konser, tampil di tv dan merilis album.

Selama tiga jam penonton akan mengikuti perjalan konser dan dibelakang layar sang Diva ke 5 benua. Sambil menikmati lantunan suara merdu sang biduan kelas dunia ini, kita akan melihat aktifitas2nya dibelakang panggung. Kita jg akan melihat interaksi Celine dengan penggemar, bintang2 lokal yg diajaknya berkolaborasi, para fans dan kru. Kita jg akan melihat sisi lain Celine sebagai seorang istri dan ibu. Yup, suami dan putri-nya kerap disorot jg sepanjang film.

Nuansa di tiap benua benar2 di abadikan dg sgt baik oleh sang sutradara, misalnya ketika sampai di Arab, lantunan suara AZAN menggema, ketika di Afrika: Gurun dan Hewan2 buas menjadi nuansa indah, begitu pula ketika di Jepang, Seoul dan Kuala Lumpur, sial...!!! kenapa gak mampir ke Jakarta sih????

Sungguh, Mariah Carey harus melakukan hal yg sama...!!!
Minus-nya DVD ini mgk ketika Celine bernyanyi gak ada subtitle-nya,padahal ketika berdialog subtitle dg konsisten nongol.

Fans atau bukan, DVD ini harus dimiliki, sebagaimana dvd This is it-nya Jacko. Ithonx memberi nilai 9/10.

Saturday, 4 September 2010

12 TAHUN WESTLIFE >>>> Boyband 90-an Yang Masih Tersisa

Akhir tahun 90-an dan awal 2000-an merupakan tahun-tahun gemilang boyband asal Irlandia ini. Publik Indonesia mengenal Shane Fillan, Bryan McFaden, Mark Feehily, Kian Egan dan Nicky Byrne untuk pertama kali lewat lagu Swear it again. Bahkan mereka pernah tampil di acara pentas musik di sebuah televisi swasta ketika pertama kali menelurkan album.

Tak dinyana, album perdana langsung mendapat respon luar biasa di kawasan Asia. Lagu-lagu cover version alias lawas hits mereka bawakan dengan luar biasa. I have a dream yang merupakan hits milik grup ABBA menjadi “lagu anyar”. Bahkan anak-anak mampu menyenandungkan lagu tersebut dengan fasih. More than words-nya Extreme maupun Season In the sun yang legendaris itupun pun menjadi hits luar biasa. Diantara lagu-lagu cover version, lagu-lagu baru pun mampu merebut hati penggemarnya. If I let you go, Fool Again, dan Flying Without Wings menjadi rentetan lagu hits yang ada di album perdana mereka. Menjadikan Westlife sejajar dengan “almarhum” Boyzone, Take That, dan Spice Girl yang memecahkan rekor pencetak hits nomor satu lebih dari lima dalam satu album.

Westlife
pun menjadi Boyband internasional yang identik dengan lagu-lagu cover version.
Itu dua belas tahun yang lalu. Sekarang dengan hengkangnya Bryan, dan berlalunya masa keemasannya, juga bertambahnya umur mereka, Westlife malah makin solid menjadi grup vokal yang patut disegani. Penggemar setia mereka tetap menanti album-album mereka. Lagu-lagu lawas yang diaransemen ulang dengan cita rasa Westlife tetap menjadi trade mark mereka.


Harus diakui, Westlife telah menjelma dari hanya sekedar boyband yang mengandalkan lagu-lagu lawas dan beberapa hits anyar dengan syair standar, menjadi grup vokal berkharisma dengan kualitas vokal yang jempolan. Entah harus dibilang ironis atau apa, namun album-album Westlife ketika para anggotanya tidak lagi remaja dan menyesaki sampul-sampul majalah abg, malah sangat enak dinikmati.

Dalam kurun dua belas tahun, Westlife merilis banyak album dan singles yang merajai tangga lagu. Walau gagal menembus pasar Amrik, ke-populeran Westlife makin menjadi jadi di Eropa dan Asia. Sempat dikabarkan bubar dan timpang ketika Bryan hengkang, kemudian Mark mengakui dirinya sebagai gay, namun ternyata mereka makin solid.


Westlife sekarang bukan "boy" band lagi, ke tiga personilnya sudah berumah tangga dan punya keturunan, namun musikalitas mereka makin matang. Memang, mendaur ulang lagu lama masih andalan mereka. Tapi lagu lama yang disenandungkan empat pria ini pasti punya nuansa beda.

Untuk merunut sejarah panjang Westlife, Ithonx meringkasnya dari wikipedia:

Formation (1998-1999)

Prior to becoming successful, Egan, Feehily and Filan along with fellow Sligonians Derrick Lacey, Graham Keighron and Michael Garrett, were part of a six-member pop vocal group called Six as One and was later changed to IOYOU. Managed by choreographer Mary McDonagh along with two other informal managers, they released a single titled "Together Girl Forever". Walsh, the manager of the 1990s boy-band Boyzone, was contacted by Filan's mother and came to know about the group. However, IOYOU did not meet Cowell's approval for a record deal with BMG, and thus changes were needed. Three members of IOYOU were told they would not be part of the new group, and auditions were held in Dublin where Byrne and McFadden were recruited. The new group, formed on 3 July 1998, was re-named Westside but as the name was already taken by another band, it was later changed to Westlife. In Westlife - Our Story, Byrne revealed he was keen to change the name to West High but the others wanted Westlife. Brian also changed the spelling of his name to Bryan to make it easier to sign autographs. Boyzone singer Ronan Keating was brought in to co-manage the group with Walsh. The band then released an EP titled Swear It Again, though only in Asia.


Departure of Brian (2002-2004)

The group released their eleventh UK #1 single, "Unbreakable", in 2002. Amidst rumours of a split, Westlife released their first greatest hits album in November that same year entitled, Unbreakable - The Greatest Hits Vol. 1 zoomed all the way to #1 in the UK. The release was followed by the double a side single, "Tonight/Miss You Nights", which debuted at #3 in the UK. At this era, Because Films Inspire... made a TV Documentary titled as "Wild Westlife" directed by Iain MacDonald and starred by the group itself. It reveals how was their musical life on a daily basis and when on tour. In 2003, Westlife went on to their third world tour, The Greatest Hits Tour, shrugging off rumours of a split.

In September 2003, Westlife released "Hey Whatever", which peaked at #4 on the UK Charts. Their fourth studio album, Turnaround, was then released in November, earning the group another UK #1 album. "Mandy", a cover of the Barry Manilow hit, was released in November 2003. Their version won them their third Record of the Year award in under five years. Their version of Mandy is also considered as the highest single leaper to the top (from #200 to #1) in the UK music history. "Obvious" was released as the final single from the album, charting at #3. On 9 March 2004, just three weeks prior to embarking on their fourth world tour, Bryan McFadden left the group to spend more time with his family and work on solo projects. On that day, a press conference was held where all the group's members were present and gave emotional individual speeches. Bryan's final public performance as part of Westlife was at Newcastle Upon Tyne's Powerhouse nightclub on 27 February 2004. He subsequently began a solo career, deciding to revert the spelling of his first name back to its original 'Brian', he released his first solo single, "Real To Me" which entered the UK chart at #1 and soon after, he released his first solo album, "Irish Son" under Sony Music. He went on to release more singles with moderate succes


Where We Are (2009-2010)

Walsh has revealed that after a year's break with their friends and family Westlife will return to hit the charts once more in June when they work on their tenth studio album. Walsh also said that while he met up with Cowell they jointly managed to mastermind Westlife's comeback. At the time three songs had already been chosen which he believes will be big hits when they are released. Filan told the Irish Mirror that they want to make the next album one of their best.

The new album, Where We Are, was released on 30 November 2009 in the UK and peaked at #2 on both Irish and UK Albums Chart. The new single "What About Now", was released a few weeks earlier on 23 October 2009, with digital downloads being available the day before. The said single peaked at# 2 on both Irish and UK Singles Chart. Daughtry's original version of the song gained exposure on the audition rounds of The X Factor prior to Westlife's release. The tour in support of this album is called "The Where We Are Tour". They were also part of the Haiti charity single in early 2010, "Everybody Hurts", an R.E.M. cover which was organized by Cowell.


Next Album and Tour (2010-present)

Various reports are spreading that the band and their management have decided not to release a second single from Where We Are. According to these reports, a new album will be released in the last quarter of 2010 and the group saying they wanted it to be a sexy album.[58] Egan confirmed on their arena tour that there will indeed be a new album in 2010. Feehily, Byrne and Egan hinted on their Twitter accounts that a new recording will be done on August 2010 and a music video on September 2010.

Collaborations

Westlife is signed to the management of major record label Sony Music. Louis Walsh, Simon Cowell, Sonny Takhar, Tim Byrne comprise some of Westlife's management and production team.

Aside from Steve Mac and Wayne Hector, the group has the opportunities to work for their original songs with many well-known songwriters/producers including Savan Kotecha, Rami Yacoub, Per Magnusson, David Kreuger, Max Martin, Anders Johansson, Josef Larossi, Jorgen Elofsson, Andreas Carlsson, Arnthor Birgisson, Kristian Lundin, Jake Schulze, Diane Warren and most recently Ryan Tedder, Chris Braide, Sam Watters, Louis Biancaniello, Steve Anderson, and John Shanks.

The group had studio recorded and live collaborations in some of the most renowned music acts such as Mariah Carey ("Against All Odds (Take a Look at Me Now)"), Lulu ("Back at One"), Joanne Hindley ("The Way You Look Tonight"), Diana Ross ("When You Tell Me That You Love Me"), Donna Summer ("No More Tears (Enough Is Enough)"), Delta Goodrem ("All Out of Love"), and "If I Had Words" with The Vards. "I Have A Dream", with Indonesian childstar Sherina and "My Love" with Amr Diab. These songs were also recorded and included on the various albums. In 2002, Westlife re-recorded their hit song "Flying Without Wings" with Cristian Castro and Korean singer BoA as two separate duets.

Westlife have performed live duets with some of the biggest names in the music industry including Sinéad O'Connor ("Silent Night"), Donny Osmond ("Crazy Horses"), Mariah Carey ("Never Too Far/Hero Medley"), Secret Garden ("You Raise Me Up"), Lionel Richie ("Easy"), Ronan Keating ("The Dance"), Dolores O'Riordan of The Cranberries ("Little Drummer Boy"), Roy Orbison ("Pretty Woman"), Delta Goodrem ("All Out Of Love"), Raymond Quinn ("That's Life"), Leehom Wang ("You Raise Me Up"), Mary Black ("Walking In The Air"), Kevin Spacey ("Fly Me to the Moon"), Do ("Heaven"), JLS ("Flying Without Wings"), Boyzone ("No Matter What"), Various artists "All-Stars" ("That's What Friends Are For"; "Merry Christmas Everybody"; "I Wish It Could Be Christmas Everyday") and even their fathers ("That's Life").

Some of the music video directors who have worked with Westlife are: Cameron Casey, Wayne Isham, Nigel Dick, Stuart Gosling, Phil Griffin, Antti Jokinen, David Mould, Alex Hemming, Philip Andelman, Max Giwa and Dania Pasquini.

Shayne Ward, No Way Out, K-otic, Natural, Six, Totally Spies, D-Side and Lauren Waterworth, Bellefire, The Conway Sisters, V, Twen2y4se7en, Zoo, Kwest, Pop, No Way Out, Sub Bass 5, Traphic, Mark Dakriet, 4th Ba5e, Reel, Peter Andre, Girls Aloud, Eton Road, Gareth Gates, Roxanne, Alsou, The MacDonald Brothers, Billiam, Cushh, The Unconventionals, Dyyce, Lady Nada, Code 5, Annabel Fay, Hope, The Fuel, Wow, Jedward, JLS, and Wonderland have supported the boys on different tours.


Discography



Friday, 3 September 2010

Bring back the 90s >>>> 1997 & 1998 Milik Shania Twain

Jika ada yang bertanya; Album siapa yang paling laris pada dekade 1990an? Jawabnya adalah album Come On Over milik Shania Twain.

Penghujung dekade 90an tiba-tiba kita dihentak dengan paras cantik yang dengan merdu menggabungkan musik country dengan pop enerjik yang langsung membuat orang-orang jatuh cinta. Shania Twain. Diva cantik ini berhasil menghipnotis penikmat musik di penjuru dunia dan menancapkan kukunya di peta industri musik dunia. Album Come On Over yang dirilis 1997 menjadi album paling laris dekade 1990an. Wikipedia mencatat rekor sang diva sebagai berikut:

The album became an unprecedented blockbuster success, breaking many sales records around the world and becoming
  • the biggest-selling album by a Canadian ever, the biggest-selling album of the 1990s and one of the biggest selling albums in music history.
  • Some of the reasons of its tremendous success were the availability of two different versions of the album (the original country version, released in 1997, and the pop and revised international versions released in 1998 and 1999 respectively) and the huge promotion that the album received, supported by an extensive world tour and an impressive 12 hit singles, all of them released through September 1997 through July 2000.
  • Eleven of those singles were released in Canada and the U.S., and all of them reached The Top 5 on the Canada country chart, including #1 hits.

Fenomena Shania Twain memang luar biasa saat itu. Padahal Shania sempat di tuding berkhianat dengan genre musik nya. Namun yang terjadi sebaliknya. Sebelum album Come On Over di rilis, Shania hanya dikenal dibeberapa negara saja dengan album-album country-nya. Titik tertinggi karirnya di capai berkat album Come On Over yang menelurkan belasan hits yang hampir bisa disenandungkan semua penggemarnya. Bayangkan, 12 singles di rilis dan sebelas diantaranya menduduki tangga lagu...!! Sekali lagi, wikipedia mencatat performa lagu-lagu nya di tangga lagunya sebagai berikut:

  • Twain topped her own record with the release of Come on Over, beating out then Diamond album The Woman in Me, as the best-selling country music album ever released by a female artist. It was, in fact, the best-selling album ever released by a female artist. Debuting at #2 on the U.S. Billboard 200 with a moderate 172,000 copies (3,000 units behind Mase's Harlem World), the album showed its consistency when it moved another 170,000 copies in its second week (a 1.2% decrease) to stay at #2 again behind Barbra Streisand's Higher Ground.
  • The RIAA certified Come on Over Gold, Platinum and 2× platinum on December 23, 1997. It sold more than 100,000 units in each of sixty-two weeks. The album's best sales week was its 110th week, during which it sold 355,000 units to settle at number ten (Christmas 1999).
  • The album stayed on the top 100 for 151 weeks. Worldwide, the album has sold 39 million copies. Come on Over ranks as the second best-selling album of the Nielsen SoundScan era in United States, with 15,487,000 copies sold up to December 24, 2009,[2] trailing its nearest rival, Metallica's 1991 self-titled album, by only 3,000 copies.


Shania awalnya merilis album Come On Over di negaranya, Kanada dengan musik country yang standar. Melihat gelagat bahwa album ini laris di pasaran, kemudian tahun 1998 Shania merilis Come On Over secara internasional dan hasilnya bisa ditebak. Album terlaris dekade 1990. Lagu You're still the one menjadi lagu cinta evergreen yang terus diingat orang hingga sekarang. That don't impress me much menjadi anthem para wanita yang sebel dengan tingkah pria yang menyebalkan. From This Moment menjadi lagu pernikahan yang terus abadi hingga sekarang. Demikian juga You've Got A Way. yang menjadi theme song film laris Julia Roberts "Notting Hill", sementara lagu-lagu lainnya sama enaknya dan begitu menghentak telinga. Semua orang tiba-tiba keranjingan musik country yang berevolusi menjadi musik internasional. Predikat Diva langsung Shania sandang. Shania juga terpilih sebagai salah satu Diva dalam acara Divas Live dimana ia berbagi panggung dengan Celine Dion, Mariah Carey, Aretha Franklin, dan Gloria Estefan.

Setelah album ini Shania merilis album Up yang juga sukses luar biasa (namun tidak menyaingi album Come On Over), kemudian Greatest Hits. Perlahan, ketika dia menjadi ibu, Shania seolah sibuk dengan urusan rumah tangga. Sempat santer akan merilis album fenomenal lain, malah terdengar kabar ia bercerai dengan suaminya yang menurut berita berselingkuh dengan teman baiknya.

Ayolah Shania, bangun dan buat album fenomenal lainnya.....kami merindukanmu....!

Ini adalah track list album Come On Over

No. Title Length
1. "You're Still the One" 3:32
2. "When" 3:37
3. "From This Moment On" 4:39
4. "Black Eyes, Blue Tears" 3:36
5. "I Won't Leave You Lonely" 4:06
6. "I'm Holdin' On to Love (To Save My Life)" 3:26
7. "Come on Over" 2:53
8. "You've Got a Way" 3:15
9. "Whatever You Do! Don't!" 3:48
10. "Man! I Feel Like a Woman!" 3:53
11. "Love Gets Me Every Time" 3:32
12. "Don't Be Stupid (You Know I Love You)" 3:33
13. "That Don't Impress Me Much" 3:38
14. "Honey, I'm Home" 3:33
15. "If You Wanna Touch Her, Ask!" 4:13
16. "Rock This Country!"


Shania Twain and BSB - From this Moment:



Saturday, 28 August 2010

Bring back the 90s >>>> SAVAGE GARDEN: DUO YANG PERNAH MERAJAI PENGHUJUNG 90an


Pada tahun 1998, ketika serbuan boyband dan penyanyi cewek-cewek seksi merajai industri musik, munculah Darren Hayes dan Daniel Jones yang tergabung dalam Savage Garden. Duo Hayes dan Jones berasal dari Australia yang sebelum heboh secara global sudah merajai tangga lagu Aussie. Album internasional pertama mereka berjudul self-title SAVAGE GARDEN, dan langsung merajai tangga lagu dan radio play di mana-mana. Hitsnya semisal I Want You, To The Moon and Back, dan Santa Monica menjadi fenomena global. Savage Garden menghasilkan musik video begitu banyak dialbum ini, misalnya Break Me Shake Me Hate Me, Carry On Dancing, Truly Madly Deeply, dan lainnya. Sukses mereka tidak lepas dari label mereke Columbia (Sony Music) yang sangat gencar dalam berpromosi.


Dua tahun kemudian mereka merilis Affirmation yang juga meledak dimana-mana. Bergabungnya Walter Affanasief sebagai produser (Pernah berkolaborasi beberapa album dengan Mariah Carey) ikut mempengaruhi musik mereka. Lirik yang sangat kuat dan musik yang enak di telinga membuat kepopuleran Savage Garden menjadi-jadi. Hits I Knew I Love You, Animal Song, I don't Know You Anymore, dan Affirmation menjadi airplay sukses saat itu. Savage Garden juga membawakan lagu Affirmation pada closing ceremony Olimpiade Sydney. Rangkaian konser mewarnai kesuksesan mereka yang luar biasa. Terhitung 23 juta kopi album terjual diseluruh dunia dari penjualan dua album mereka.


Pasca album Affirmation, keretakan mulai melanda duo ini. Sedikitnya keterlibatan Daniel Jones di album ini diduga pemicu keretakan mereka. Setelah spekulasi berkepanjangan, akhirnya Daniel Jones memutuskan mundur dan Savage Garden resmi bubar. Sayang ya. Sukses luar biasa Savage Garden cuma bertahan dua album.

Pasca Savage Garden, Darren Hayes masih berkarir dan tetap sukses. Walau tanpa perubahan berarti dari sisi bermusiknya di Savage Garden. Album solo perdananya bertajuk Spin dan menghasilkan hits Insatiable, I miss You, dan 1980Me. Memang, penjualannya hanya berkisar 2 juta kopi saja, namun ini mengindikasikan kalau Darren masih punya tempat di hati penggemar.

Setahun kemudian Darren merilis album baru yang menandai perubahan signifikan karir bermusiknya. Secara komersial, album The Tension And The Park tidak begitu memuaskan, namun secara musikalitas, album ini mendapat banyak pujian. Darren bereksperimen dengan elektronika tanpa mengurangi keindahan liriknya. Pop!ular, Darkness, dan The Tension and The Spark menjadi hits. Lagu-lagunya terdengar kelam dan sedih.

WaJAR...

Darren menikahi pacar masa kecilnya dan ketika Savage Garden dipuncak karir, sang istri menemani dan merasakan kesuksesan mereka. Namun mereka bercerai awal dekade 2000an dan Darren akhirnya lewat media Darren mengumumkan bahwa dia adalah seorang Gay. Nah kan ketahuan kalo album The Tension lebih banyak menggambarkan kegalauan hatinya.

Namun Darren Hayes telah menemukan kekasih hatinya, Richad yang juga mendesign cover album berikutnya Thing Delicate We Made yang dirilis secara terbatas dan menandai putusnya hubungan Darren dengan Sony. Musik Darren Hayes menjadi tidak mainstream dan hanya dinikmati orang-orang tertentu.

Tahun 2011, Darren di jadwalkan akan merilis album baru dan bekerja sama dengan seorang kolarorator Madonna, apakah Darren akan kembali ke mainstream?? Kita tunggu




News On:

Darren Hayes akhir-akhir ini berang lantaran suaminya Richard boleh masuk ke Australia menggunakan visa turis lantaran Australia belum melegalkan perkawinan sesama jenis, dan ini berujung dengan cercaan Darren Hayes terhadap pemerintah Australia. Hmmm...no comment ah.

Friday, 27 August 2010

Bring back the 90s >>> Remember 5IVE..??

Ngaduk-ngaduk koleksi CD original ternyata masih ada CD 5IVE yang sampul albumnya seperti dibawah ini. Oh ya, awal 90an dan pertengahan 90an, kita cuma nyebut-nya CD aja loh (gak pake embel-embel 'original'), karena pada saat itu bajakannya masih sangat jarang dan membeli CD bajakan belum jadi gaya hidup (halah, sok..!), nilmat-nya masa-masa itu adalah rajinnya ke toko CD dan tukar-tukaran atawa sepinjeman sama temen. Harganya pada saat beli masih sekitar 29 ribuan deh, sekarang CD original yang bukan impor sekitar 75 ribu.

Demam boyband sebenarnya diawali penghujung 80an ketika New Kids On The Block mengguncang industri musik. Dan kemudian satu dekade selanjutnya gempuran boyband seperti tak terbendung. Pengamat dan pemerhati musik banyak yang mencibir karena musik-musik yang diusung boyband adalah musik kacangan atau bubble gum, manis di awal doang. Tapi harus diakui, kehadiran boyband pada dekade itu meningkatkan industri CD dan ramainya dunia musik. Konnser-konser pun membludak.

Di Amrik, pasca NKOTB, lahirlah N'Sync, 98 Degrees, The Backstreet Boys, Boys II Men, All 4 One, dan beberapa lainnya. Inggris, terutama Irlandia, menjadi pabrik boyband pada saat itu. Yang paling populer tentu saja Take That, Boyzone, Westlife, Blue, 911, Trade Mark, E-17, A1 dan 5IVE, dan banyak lagi.

5IVE sendiri lumayan meramaikan serbuan wajah2 cute yang bernyanyi sambil joget-joget di industri musik. Boyband ini hanya sempat menrilis 3 album yang semuanya sukses besar, dan sesudah itu bubar. 5IVE terdiri dari Scott Robinson, Ritchie Neville, J Brown, Abz Love and Sean Conlon yang dibentuk oleh si juri sinis Simon Cowell dibawah manajemen yang juga menaungi Spice Girls. Pilihan musik 5IVE tidak seperti boyband lainnya, musiknya lebih enerjik dan hidup. Beberapa ballad memang ada, tapi rata-rata semua lagu membuat kita ikut berjingkrak juga. Ballad yang terkenal mungkin "Until The Time Is Through", dan lagu perpisahan mereka: Closer To Me. Selebihnya lagu-lagunya menghentak dengan musik yang sangat enak dibuat goyang. Slam Dank de Funk, If Ya Getting Down, dan When The Lights Go OUt adalah sedikit dari bejibun lagu-lagu keren 5IVE. Beruntungnya, semua hits terkenal mereka ngumpul di album pertama yang Ithonx punya. Album ini banyak kenangannya, tentu saja lagu-lagu dan klipnya yang sangat culun jika ditonton lagi.

Discography:

Thursday, 26 August 2010

Bring back the 90s

Gara-gara beli DVD yang isinya 23 lagu milik boyband-boyband beken dekade 90-an hingga awal 2000-an, Ithonx jadi seneng lagi dengan salah satu boyband yang tidak terlalu panjang umurnya ini, 911. Sebenarnya bukan fans, tapi lagu-lagunya pada saat itu booming banget kayak "Love Sensation" yang jadi soundtracknya Casper, terus "All I Want Is You" dan banyak lagi (mereka hanya rilis 3 album dari 1995-2000). Salah satu lagu yang paling nyangkut adalah The Day We Find Love, yang ini nih. Gosh...the memory...! Hope you liked it too...



The Day We Find Love

Isn't the first time, won't be the last time
No, no, no

Don't you worry, I don't mean to make you sad
My tears will soon be over
With your conscience clear for a new life ahead
Don't be sorry, I really need to hear the truth
The only thing I'm asking 'cos I need you to

Refrain 1:
Remember me (Oh remember) as the only one who set you free
(Oh remember) maybe time alone will make you see
How deep our love could be
No, it's never too late

Chorus:
'Cos I know this isn't the first time
Won't be the last time
I surrender my soul
Cos you're always keepin' me waitin', anticipatin'
The day we find love once again

I won't give up while there's a glimmer of a chance
A dream's that's never ending
Inviting love and a perfect romance
A burning passion, oh baby you're my destiny
But the message I'm receiving is you're through with me

Refrain 2:
But I'll be there (Oh remember)
Even though you tell me you don't care
(Oh remember) how could you forget the times we've shared
Don't throw our love away, you know it's never too late

Repeat Chorus

Oh, remember me (Oh remember) as the only one who set you free
(Oh remember) maybe time alone will make you see
How deep our love could be
No, it's never too late, no no no no
Isn't the first time, won't be the last time
I surrender my soul cos you're always
(Keepin' me waitin', anticipatin')
The day we find love once again




Thursday, 8 July 2010

The Adventure of Mimi DVD >>> Souvenir Berharga buat Penggemar Setia Mariah

DVD ini sebenarnya sudah beberapa tahun silam di rilis, dan sejak dirilis Mariah sudah dua kali merilis album laris lain, namun karena Mariah Carey belum merilis DVD lainnya, maka ulasan ini bisa jadi pertimbangan buat yang mau mengoleksi DVD originalnya atau sekedar pengen nonton dan beli yang bajakan.

Body-nya Mariah tidak langsing di sini. Bahkan busana yang dikenakannya sepanjang konser agak tidak sedap dipandang. Suaranya pun sedikit 'harsh', tapi tetap prima dan masih sangat hebat untuk Diva se-usianya.

Di buka dengan kalimat "Life is like a roller coaster. If you don't take the risk, you will not feel the adventure" Kira-kira begitulah bunyinya, he..he. Kemudian dibuka dengan lagu menghentak It's Like That. Mariah muncul dengan busana sangat minim (bisa dibilang celana dan kutang doang). Body-nya bohai banget walau sedikit overweight. Suaranya? gak usah di bahas lah, pokoknya top notch abeez. Kemudian di susul lagu Heartbreaker dengan kostum yang sama, kali ini dua penari latar menyertainya. Lagu yang ada di album Rainbow itu berakhir dibawakan dengan sempurna, teriakan penonton terus menghiasi. Seiring keluarnya penari-penari pria, Mariah turun ke panggung utama sambil meliuk-liuk seksi. Di akhir lagu Mariah memperdengarkan whistle register nya dengan sempurna.


Disusul dengan Dreamlover yang pernah menjadi massive hit dari album Music Box. Sambil menyapa penonton, Mariah kemudian mengajak mereka bernostalgia dengan tembang My All. Seusai lagu hit di tahun 1998 itu, Mariah menghentak lagi dengan Shake It Off. Dengan turunnya tulisan MIMI berwarna terang menyala, Mariah seolah ingin mendeklarasikan nama panggilannya itu, dan nuansa klip yang sering kita tonton bisa kita rasakan disini. Mariah tidak mengalami kesulitan membawakan lagu ini karena ia tau betul musik dan tempo lirik yang ia ciptakan ini mampu mengakomodir jenis musik dan warna suaranya sekarang.

Bisa jadi selanjutnya adalah babak kedua konser, karena Mariah berganti kostum dan suaranya kembali menjadi mengagumkan. Di buka dengan lagu yang menjadi single awalnya Vision of Love, Mariah mengajak penonton bernostalgia tiada henti dengan vokalnya yang luar biasa sepanjang lagu. Di tambah lagi whistle register dan belting di akhir lagu yang luar biasa, membuat lagu ini tidak lekang dimakan waktu. Tanpa basa-basi Mariah memperkenalkan barisan paduan suara kemudian, melantunlah lagu relijius Fly Like A Bird yang lagi-lagi mempertontonkan teknik bernyanyi Mariah yang luar biasa tiada banding. Kembali membawa penonton bernostalgia, Mariah membawakan I'll be there yang di bait kedua muncul lah Trey Lorenz. Lagu The Jackson Five ini mampu menghipnotis penonton.

Kejutan manisnya adalah Mariah pindah ke panggung tengah dan kemudian membawakan remix Fantasy dan Don't Forget About Us dengan sangat hebat, disusul Always Be My Baby yang masih enak dinikmati. Mariah terus menceritakan sejarah dan cerita manis dibalik semua lagu yang ia bawakan sebelum membawakannya. Kemudian setelah selesai berpindah ke panggung utama membawakan Honey sambil berujar "Do you remember this song?" Ya eyalah Mariah, kita semua ingat lagu itu. Ini adalah lagu pertama di album Butterfly yang mengawali transisi Mariah menjadi sang kupu-kupu seksi.

Di bagian ketiga, Mimi berganti kostum lagi. Membawakan snipet I Wish You Knew yang mengumbar oktafnya, sang Diva bercerita tentang lagu-lagunya selanjutnya, mengundang penonton ke atas panggung. Teriakan penonton makin membahana ketika Boyz II Men muncul dan mereka pun membawakan lagu sedih One Sweet Day. Beberapa penonton terlihat menangis karena bernostalgia. Luar biasa.

Masih dengan nuansa sendu, Mariah akhirnya membawakan Hero dengan sambutan penonton yang tetap bersemangat.

Di awali "This was requested and I haven't been doing it for a long time.." Mariah mengobati kerinduan penggemarnya dengan lagu penggugah semangat Make It Happen. Suara Mariah memang tidak se-garang ketika masih di tahun 90an, tapi sangat jelas suaranya masih jauh diatas rata-rata. Masih sangat luar biasa.

Akhirnya Mariah pun berpamitan. Namun sudah pasti penonton menunggu encore. Dan kemudian muncul kembali Mariah dengan gaun berwarna coklat membawakan lagu yang telah dianugrahi 'Lagu Terbaik Dekade Ini'. Di bawakan dengan sempurna, Mariah akhirnya berpamitan dan meninggalkan penonton yang tampak belum rela meninggalkannya. Dan konser luar biasa itupun berakhir.



Special Feature buat yang beli Original DVD:

Disc Kedua berjudul "lovers and haters" berisi spoof bagaimana orang-orang menjelek-jelekan Mariah dan bagaimana Mariah menaggapinya, tentu saja diperani aktor dengan dialog-dialog lucu. Harus di tonton buat penggemar sejati. Juga ada Booklet, dan kalo jeli, di Disc Pertama tersimpan easter eggs yang kalo dibuka akan keluar 5 lagu Mariah di konser yang bisa buat karaoke dan dilengkapi subtitle. Caranya, di menu Play, tekan panah atas, maka muncul lah feature itu. Selamat mencoba