Universal

Universal
Me and films

Silahkan Cari

Showing posts with label In the Neigborhood. Show all posts
Showing posts with label In the Neigborhood. Show all posts

Sunday, 10 June 2012

RINGER >>> Mirip Telenovela Cinta Paulina Ya...


Sarah Michell Gellar sesumbar bahwa Ringer adalah comeback-nya ke dunia teve yang bakal spektakuler dan dengan pede bilang bahwa Ringer adalah perpaduan Buffy dan Cruel Intentions. Nyatanya....Ringer tak lebih dari sebuah telenovela dengan sentuhan amrik yang ceritanya berputar-putar dengan banyak lubang plot yang mengganggu.

Tak terbilang berapa banyak telenovela dan sinetron kita berkisah dua wanita kembar dengan karakter bertolak belakang yang kemudian bertukar tempat. Mungkin lantaran tak ingin terlalu soapy, Ringer tak membuat dua tokoh kembar ini berkarakter hitam putih. 

Kalau mau jujur sih, Cinta Paulina (judul aslinya apa ya? La Usurpadora? Bener gak?) terasa lebih enak dinikmati karena tidak sok misterius layaknya Ringer. Cinta Paulina membalut karakter antagonis-protagonis yang sangat jelas dengan plot terarah walau mudah ditebak. Sedangkan Ringer nampak kehilangan arah di tengah musim dan akting Sarah baik sebagai Bridgett dan Siobhan nampak begitu datar. Nampak begitu sulit membedakan mana Bridgett dan mana Siobhan jika terlalu dibuat abu-abu begitu. Bandingkan dengan Gabriella Spanic di cinta Paulina yang mampu berperan ganda bertolak belakang dengan baik. Okelah, mungkin Sarah (doi juga eksekutif produser) tak ingin serialnya terlalu soapy, namun seharusnya Bridgett dan Siobhan harus dibedakan dengan gesture dan dandanan dong (Jadi inget telenovela Kemelut Cinta di mana Lucero berperan jadi si kembar tiga Maria) agar penonton mudah mengenalinya.

Belum lagi plotnya yang terasa hambar dan nanggung. Jika mau dibuat soapy, seharusnya Sarah paham bahwa syarat mutlak sebuah soap opera adalah antagonis yang kejam! Jika semua karakter mau di buat abu-abu maka doi harus belajar banyak dengan Aaron Spelling (sudah meninggal kan?) atau Darren Star yang sukses dengan Melrose Place, 90210 atau Central Park West.

Ringer tak menawarkan rasa penasaran yang begitu hebat, pun simpati terhadap protagonis yang menjadi syarat mutlak sebuah soap opera. Akting Sarah juga nampak begitu datar dalam banyak scene. Yang disayangkan adalah saat Bridgett berganti posisi menjadi Siobhan, seharusnya ekploitasi sifat Bridgett yang liar yang tiba-tiba jadi orang kaya di umbar menjadi plot tersendiri. Haha...ntar jadi kayak film jadul Yeni Rahman yang kembar itu ya...

Dengan begitu banyak kritik pedas, Sarah harus tabah jika Ringer mendapat rating buruk dan tak diberi lampu hijau oleh CW untuk melanjutkan season 2-nya. 

Gimana kalo buat Buffy yang sudah jadi emak-emak? Sounds fun, right?

>>Ithonx<<

Saturday, 9 June 2012

AMERICAN HORROR STORY >>> Cerita Rumah Angker Dengan Cita Rasa Berbeda


Kangen deh nulis di blog yang sudah sedikit terlantar ini. Selain banyaknya aktifitas dan sedikitnya judul serial yang di tonton, modem yang lemot juga harus di salahkan juga atas tak berminatnya Ithon meng-update blog tercinta ini.

American Horror Story sebenarnya sudah lama di tonton, namun Ithonx ingatnya sudah pernah di share disini, tapi begitu ada fans yang 'ngadu' kalau serial ini belum pernah di share, maka di hari yang cerah ini, izinkan Ithonx mengulasnya...halah.

Jika terbiasa dengan menikmati Twilight Zone, Dark Skies, atau karya-karya Stephen Kings, rasa-rasanya misteri dan twist yang di tawarkan American Horror Story terasa biasa saja. Satu episode Twilight Zone saja sudah cukup efektif menakut-nakuti kita dengan hanya berdurasi 30 menit, apalagi American Story butuh 12 episode dengan durasi 45 menit per episodenya membuat kita tercekam akan nasib keluarga malang yang baru pindah ke rumah angker ini.

Ryan Murphy, sang kreator yang membesut Glee dan Nip/Tuck, cukup piawai membuat jalinan cerita antar karakter menjadi sebuah misteri besar dalam satu season saja. Ithonx sendiri tak melihatnya sebagai sebuah serial istemewa, namun publik Amrik dan para kritikus menyanjung serial ini setinggi langit. Memang, jalinan misteri dan plot cukup generik, namun bagi Ithonx yang paling menonjol adalah akting memukau bebarapa pemainnya. Dylan McDermott jelas sekali menampilkan akting yang sangat luar biasa. Rasa takut, galau, amarah, pilu dan kebingungan dengan fasih di ekspresikan aktor teve kawakan ini. Dedikasi akting juga di barengi dengan penampilan fisik luar biasa prima. Demikian juga dengan Connie Britton, Jessica Lange, dan Kate Mara, mereka tampil prima dan tak meragukan.

Inget si Sylar di Heroes? Yup, Zachary Quinto si Spock di Star Trek ini belum lama mengaku ke publik bahwa dia seorang gay, dan di serial ini dia cukup apik melakoni peran gay kemayu yang malang.

Penasaran dengan plot? Oke deh, begini, Keluarga Harmon yang terdiri dari Papa, Mama dan seorang Putri pindah ke sebuah rumah tua besar dengan harapan dapat menyelasaikan masalah rumah tangga yang mereka alami di tempat sebelumnya. Mereka tak tau kalau mansion yg mereka tempati berhantu. Dan kemudian satu persatu masalah baru muncul seiring munculnya tokoh-tokoh lain dalam hidup mereka. Terdengar generik ya? Tapi tunggu dulu....lapis demi lapis cerita dan sejarah rumah beserta penghuni sebelumnya benar-benar membuat penonton penasaran hingga ingin tau misteri besar apa yang melingkupi rumah angker tersebut dan tentu saja nasib ketiga tokoh utamanya. Siap-siap menelusuri rumah hantu? Come inside....

>>Ithonx<<

Saturday, 14 May 2011

TURUT BERDUKA CITA >>> The Event, Brothers and Sisters, Human Target, Mr. Sunshine dan V Dihentikan Sebelum Tamat >>> TIDAKKKK!!!!


Rasanya sangat tidak adil jika banyak serial yang tidak berkualitas mendapat rating tinggi dan bertahun-tahun terus bersambung hingga belasan season, sementara serial yang berkualitas harus berakhir bukan karena ceritanya yang tamat namun karena rating yang buruk sehingga stasiun teve dengan kejam harus menghentikannya tanpa memikirkan penonton yang kecewa berat. Ugh.

Setelah Ghost Whisperer yang juga di tangisi oleh bintang utamanya Jennifer Love Hewitt, pertengahan tahun ini kita juga harus bersedih lantaran tak bisa melihat lagi Callista Flockhart di Brothers and Sisters tanpa akhir cerita yang jelas. Padahal sebelumnya diberitakan kalau serial ini akan diberi satu musim lagi untuk menyelesaikan jalinan cerita.

Serial remake serbuan alien V juga mengalami hal serupa walau sudah diperkuat mantan idola remaja Scott Wolf.

Alumnni Friends nampaknya juga mengalami degradasi karir. Mr. Sunshine yang dibintangi Matthew 'Chandler' Perry harus di habisi juga. hikz. Ini sebabnya banyak yang membenci stasiun teve ABC.

Sementara itu juga FOX tak kalah kejam. Serial kesayangan Ithonx Human Target harus terbantai juga dimusim kedua. Tidakkkk!!!

Dan serial police procuderal Chicago Code dan Lie To Me juga harus mengalami nasib serupa walau tidak berada di jajaran serial favorit Ithonx. Ugh.

Bulan ini Ithonx harus sering mengheningkan cipta. RIP.

>>>Ithonx<<<

Monday, 14 February 2011

DALLAS >>> New Generation Bakal Dibintangi Jordana Brewster dan Jesse Metcalfe...!!


Berhembusnya kabar akan di'hidup'kan kembali opera sabun fenomenal DALLAS makin kencang saja. Generasi sekarang mungkin tidak tahu atau lupa dengan soap opera panjang yang pernah tayang di TVRI ini. Kalau gak salah sih ceritanya tentang keluarga kaya pengusaha minyak di Texas (lebih jelas buka aja wikipedia).

Dallas versi terbaru akan menceritakan generasi berikutnya dinasti yang dibangun Bobby dan J.R. Ewing. Barisan bintang yang sudah dipastikan akan terlibat adalah Josh Henderson dari Desperate Houswives, Jordana Brewster (Yaay!) yang beken di franchise The Fast and The Furious, Julie Gonzalo yang beken sebagai Maggie di Eli Stone, dan yang terbaru, dikabarkan Jesse Metcalfe ikut bergabung (Ingat gak? si John Rowland di Desperate Housewives dan baru saja kecewa karena serial polisi-nya Chase dihentikan).

(Julie Gonzalo from Eli Stone)

(Josh Henderson, keponakan Eddie Britt di Desperate Housewives)

(Jesse Metcalfe, Gardener sexy di Desperate Housewives)

Episode pilot siap dibesut dan tayang di TNT, namun belum ada kepastian akan diproduksi. Biasalah, liat dulu respon penonton. Yang jelas, barisan bintang lumayan menjanjikan, tinggal menunggu apakah ceritanya enak dinikmati atau tidak.


>>Ithonx<<

Thursday, 30 December 2010

UGLY BETTY Season 4>>> From Poncho To Honcho >>> dan...Cerita pun Berakhir, Selamat Tinggal, Betty..!

Ugly Betty bukanlah satu-satunya adaptasi Yo Soy Betty LaFea, telenovela produksi Kolombia yang fenomenal itu. Jika kalian buka Wikipedia, maka tercatat tak kurang dari 20 negara mengadaptasi kisah gadis buruk rupa itu ke dalam banyak versi, termasuk juga Indonesia.

Yo Soy Betty LaFea (artinya kira-kira 'Akulah Betty, si buruk rupa) atau kita sebuat saja versi orisinil Betty, bercerita tentang gadis bernama Beatriz Pinson Solano atau pendeknya Betty yang (sebenarnya tidak buruk rupa) berpenampilan sangat tidak modis: poni tebal berminyak, rambut panjang tak teratur, berkacamata tebal, berkawat gigi dan selera busana yang sangat buruk. Betty lulusan universitas dan sangat brilian di bidang ekonomi, namun nasib membawanya bekerja di EcoModa, sebuah rumah mode ternama yang sedang diambang ke bangkrutan. Kepintaran Betty mampu menyelamatkan EcoModa, namun penampilan fisiknya membuat dirinya menjadi bulan-bulan semua orang diperusahaan itu, termasuk sang bos tampan Armando Mendoza.

Ratusan Episode membawa penonton menelusuri hari demi hari bagaimana Betty bergerilya di belantara fesyen dimana imej dan penampilan adalah segalanya. Liciknya Patricia, Marcela, dan Daniel menjadi bumbu tersendiri telenovela yang tayang dengan rating tinggi di RCTI ini. Belum lagi perseturan antar saudara yang memperebutkan EcoModa, intrik antar pacar-pacar Armando dan pertemanan pasang surut Betty dan teman-temannya yang 'tidak cantik'. Perlahan Betty mendapat banyak respek dari semua orang dan merebut hati Armando yang seorang playboy itu. Dan semua orang tahu akhir ceritanya. Betty dan Armando menikah dan bahagia.


Ugly Betty tidak mengadaptasi mentah-mentah Yo Soy Betty LaFea, namun hanya mengambil nyawa cerita dan memberi plot berbeda. Betty Suarez yang keturunan Mexico diceritakan pintar dengan penampilan sama persis dengan Betty Pinson Solano, melamar menjadi asisten editor sebuah majalah mode bernama MODE yang beroplah tinggi. Sang pemilik, Bradford Meade memilih Betty lantaran sang anak yang bakal mewarisi MODE suka sekali meniduri asistennya yang cantik. Awalnya Betty dianggap sebelah mata, namun perlahan membuktikan kalau dia mampu menjadi asisten yang handal walau sebenarnya ia bercita-cita menjadi editor majalah "berisi" dan bergengsi, bukan majalah fesyen.

Betty harus menghadapi Wilhemina Slater dan asistennya Marc yang super licik, penghinaan-penghinaan Amanda sang resepsionis, dan intrik antar keluarga yang berebut menjadi pemilik Mode. Sama halnya dengan Yo Soy Betty.., Ugly Betty lebih condong bergenre drama komedi walau Yo Soy Betty lebih membidik plot yang lebih serius. Betty di Ugly Betty digambarkan tidak se 'mengerikan' Betty di Yo Soy Betty. Betty Suarez kerap ditaksir cowok-cowok keren dan berulang kali menjalin hubungan serius dengan pria-pria yang tidak bisa dibilang jelek. Juga, Ugly Betty memberi porsi yang sangat-sangat besar untuk menceritakan keluarga Betty yang terdiri dari sang ayah Ignacio Suarez, sang kakak perempuan seksi Hilda Suarez dan anaknya Justin. Seperti yang dibilang tadi, Betty juga menjalin hubungan dengan beberapa pria sepanjang musim, mulai dari Henry, Gio, dan Matt. Dan inilah yang menjadi ganjalan banyak penonton. Jika Yo Soy Betty... menakdirkan Betty menikah dengan Armando, maka Ugly Betty dengan teganya tidak melakukan hal yang sama. Bahkan tanda-tanda Betty dan Daniel mulai menumbuhkan rasa cinta pun tidak pernah ada. Sang bos di Betty versi orisinil diceritakan sangat tengil dan menjengkelkan dalam konteks yang masih seru disaksikan, namun bos di Ugly Betty lebih terkesan lembut dan menyenangkan. Tapi tak apalah, mungkin perspektif orang Amerika beda dengan orang Kolombia yang lebih memanjakan pemirsa yang haus happy ending.


Menjabani empat tahun sebagai Betty Suarez, America Ferrera berhasil merampungkan tugasnya dengan sangat baik. Penonton mesti bersabar menyaksikan metamorfosisnya berubah menjadi cantik di 5 episode terakhir. Semua bintang yang memerankan keluarganya juga patut diacungi jempol dengan berakting sangat bagus.


Eric Mabius yang berperan sebagai bos-nya Betty, Daniel Meade tampil dengan baik dan penuh kharisma. Karakternya yang moody dan terkadang rapuh mampu membuat penonton bersimpati pada beberapa episode. Daniel diceritakan menikahi Molly, tunangan temannya. Namun Molly kemudian diceritakan meninggal akibat kanker membuat penonton berharap agar Betty nanti menggantikan posisi Molly, namun tak pernah terjadi.

Vannesa Williams adalah nyawa bagi serial ini sebenarnya. Penampilannya sebagai Wilhemina Slater yang licik dan penuh akal bulus sangat patut diapresiasi. Karakter Wilhemina benar-benar mengerikan namn tetap membuat penonton menantikan kehadirannya di setiap episode. Benar-benar karakter that we love to hate. Namun, karakter Wilhemina Slater tetap dibuat abu-abu sehingga dibanyak episode, penonton merasakan kepedihan, kelucuan, dan perasaan wanita besi ini.

Selebihnya, karakter-karakter lainnya mampu membuat cerita ramai dan enak diikuti. Amanda dan Marc yang kadang baik dan kadang licik cukup memberi warna. Christina, Ignacio, Hilda, dan Justin juga memberi cabang plot yang tetap proporsional sepanjang musim. Hadirnya pria-pria pemuja Betty: Henry, Gio dan Matt juga mampu menghidupkan karakter Betty sehingga lebih masuk akal.

Bintang-bintang tamu beken juga mewarnai sepanjang musim penayangannya. Salma Hayek yang juga produser serial ini tampil mengesankan. Eddie Cibrian, Adam Rodriguez, Shakira, dan beberapa lainnya lumayan berkesan juga

Sebagai sebuah dramedi yang di dua musim awalnya sangat fenomenal, Ugly Betty masih membawa nyawa telenovela. Telenovela 'menghalalkan' plot yang aneh dan tak masuk akal semisal mati kemudian ternyata masih hidup, anak yang dibuang, persaingan yang mengada-ada, terlalu banyak kebetulan, operasi kelamin yang sangat janggal, perselingkuhan yang tidak diketahui sebelum menikah. dan lain sebagainya. Dan Ugly Betty pun dengan tidak segan-segan mengadopsi sub-sub plot tersebut sehingga terkadang sangat tidak realistis.

Namun apapun juga, Ugly Betty mampu menjadi tontotan unik bagi banyak kaum minoritas di Amerika dan memberi inspirasi bagi orang-orang yang tidak punya fisik di atas rata-rata.

Bahwasannya, inner beauty adalah yang terpenting.

Tidak bersatunya Betty dan Daniel (jatuh cinta juga nggak) memang sangat disesalkan penonton yang masih membandingkannya dengan versi orisinil menjadi ganjalan tak termaafkan bagi banyak orang. Namun menutup cerita dengan sangat baik dan ending yang tidak menggantung harus juga diapresiasi dengan selayaknya karena penulis cerita sangat ingin melihat kepuasan penonton akan nasib semua karakter yang terlibat.

Bye Betty, thanks for the inspiration..!

>>Ithonx<<

Friday, 29 October 2010

BIG LOVE >>>The Polygamy Ends...!! Ready For The Finale??



Press Release from HBO:

LOS ANGELES, Oct. 28, 2010 – The acclaimed HBO drama series BIG LOVE will return for its fifth and final season SUNDAY, JAN. 16, it was announced today by Michael Lombardo, president, HBO Programming.

“It has been an honor and pleasure to work with series creators Mark V. Olsen and Will Scheffer on this unique and provocative series, and I’m happy that they will be able to bring the story to its close the way they always envisioned,” noted Lombardo. “We look forward with great anticipation to collaborating with Mark and Will on their next venture.”

“When we created BIG LOVE in 2002, we had a strong conception of the journey the Henrickson family would make over the course of the series, of the story we had to tell,” said Mark V. Olsen and Will Scheffer. “While we were in the writers’ room this year shaping our fifth season, we discovered that we were approaching the culmination of that story.

“BIG LOVE has been our all-consuming labor of love for the past eight years. We are very grateful for HBO’s continuing support and for the collaborative effort of our partners at Playtone, our producers, our fine cast and our fellow craftsmen and crew for making this show the exceptional and joyful experience that it’s been. This coming January, we look forward to presenting our audience with the most vibrant and satisfying final season of a television series that we can produce.”

“BIG LOVE has been a truly rewarding experience in every way for Tom Hanks and me,” observes executive producer Gary Goetzman. “We’ve been so fortunate to have had such a tremendous cast over the five seasons, and we’ve never been less than amazed with their brilliance and willingness to take risks. We’ve thoroughly enjoyed our partnership with Will and Mark and have always been blown away by their storytelling abilities. We believe this final season of BIG LOVE will be the best ever.”

BIG LOVE tells the story of Salt Lake City businessman Bill Henrickson, who balances the needs of his three wives – Barb, Nicki and Margene – their nine kids and three houses, and his own entrepreneurial ambitions. Bill Paxton, Jeanne Tripplehorn, Chloë Sevigny and Ginnifer Goodwin star in the series.

Surely this will be somewhat of a disappointment for long-time fans of the series, but at least the creators are ending the series on their own terms, with a completed story rather than having the series canceled or stretched over too many seasons.

Wednesday, 27 October 2010

RIP: GHOST WHISPERER >>> Akhirnya Berakhir setelah 5 Tahun >>Jennifer Love Hewitt Pun Menangis


After five years, Melinda finally left us.

I gotta admit that I'm not one of the biggest fans of Ghost Whisperer, but with it's simple story and a little twist in certain episodes, this series has grown on me.

I remember buying the first season DVD in 2005. I loved the opening in each episode where little Melinda saw her first ghost. Then Wentworth Miller guest starred. The memorable one is when Melinda's best friend, Andrea died and it took 2 episodes to tell the story (Andrea played by Aisha Tyler, love her so much). That episode was so sad. It almost brought me into tears because I just lost my best friend too and wished I could even see his ghost (but not the scary one).

In October 2010, Jennifer Love Hewitt thanked the fans of the show for their support in a goodbye video (filmed in June, 2010), saying:

"Your love and support has meant everything to the cast and crew of Ghost Whisperer and we will all miss you guys very, very much. Go get our DVDs, think about us, miss us and know how much we all will miss you. Much love."

Goodbye Melinda, I love you Jen, see you in other great series....!!!

Tuesday, 28 September 2010

THE GATES >>>> Vampire Diaries ala Desperate Housewives +True Blood equals Soap Opera


Nick Monohan and his family move from Chicago to a quiet, upscale planned community called The Gates, where he will be Chief of Police. They soon realize that their neighbors are not who they seem to be. The Gates is filled with such beings as vampires, witches, and succubus.

Remember Frank Grillo?? Nick Savrinn in the first season of Prison Break?? Veronica's colleague? And Rhona Mitra from Boston Legal? And Luke Mably from the movie The Prince and Me? They are here...!!.

The Gates is an adult soap style series like Desperate Housewives with a twist. If you like supernatural story lines and upscale settings in today's world then this is a great place to spend an hour enjoying a little mystery.

Too many peoples expect phenomenal plot on the first few episodes instead of giving characters time to grow and develop relationships within the story, The Gates doesn't rush anything by letting the characters grow and give lots of entertainment to all the fans of this genre of show.

Well, asking about originality is useless for TV show nowadays. What is considered original these days? It is enough for me when it's entertaining and fun to watch. There are a lot of serious series (that I love too, like House, CSI, and many others) to turn to when you need to be 'serious', but The Gates gives you a different taste in supernatural fantasy soap opera genre that makes you want to watch episode by episode.

Thursday, 9 September 2010

Patricia Wettig >>>> I think I fall In love with her

This amazing woman is not familiar for Indonesian audience. Yes of course, if you just watch Indonesian silly soaps, you don't get a chance to know this Emmy winner. But hey I remember Prison Break once was aired here, right? That's right...!! If you guys got hooked with that Scofield-Burrow's jail escape, you must have seen Patricia. She played the Vice President that we love to hate. Ring a bell??

Patricia played in many series and films that unfortunately we didn't watch or our TV broadcasts were reluctant to buy (unless you have cable). But if you bought (or plan to after reading this) the DVD of Brothers and Sisters or Alias, you will see this beautiful mature woman.

In Alias, Patricia plays as the CIA psychiatrist and in Bro and Sis, she perfectly plays the mistress named Holly Harper. That's all I can remember.

And the special thing about her is....well....I love the way she speaks.

Well, you know sometimes Indonesians like me find it difficult in listening, but when Patricia speaks, she seems to enunciate every single word so I can hear any difference in every sound of the word. Was she an English teacher?

Well check out this video when Patricia talks in Brothers and Sisters


Monday, 23 August 2010

Breaking Bad Season 3 >>>> Lebih Kelam


Di musim ke-tiga ini, tempo bercerita masih lambat, namun tetap menarik dan mengundang keingintahuan penonton akan nasib karakter-karakter yang terlibat. Walter harus menghadapi kenyataan akan di cerai Skyler yang telah mengetahui bahwa sang suami adalah the cook, orang yang meracik narkoba berjenis meth. Jesse ikut terapi untuk mengurangi ketergantungannya terhadap meth setelah pacarnya tewas OD.

Hadirnya karakter hitman kembar yang sadis membuat ritme serial ini makin seru. Di ceritakan bahwa para cartel mengincar Heisenberg yang tak lain adalah Walter. Sasaran pun kemudian berganti ke Hank, ipar Walter yang tak lain seorang agen DEA yang mengincarnya.

Walter di tawari memproduksi meth di sebuah lab canggih yang berkamuflase sebagai laundry. Walter kemudian melibatkan Jesse yang mau tak mau diajaknya lantaran Jesse akan menuntut Hank yang telah secara brutal memukulinya. Sementara Skyler kini juga terlibat pencucian uang sang suami dan berdiskusi dengan pengacara busuk Saul.

Hank nyaris tewas oleh hitman kembar, dan sang istri Marrie bingung dengan biaya pengobatan sang suami. Mau tak mau Skyler akhirnya meminta uang haram Walter untuk biaya Hank. Di penghujung episode, Walter nyaris dihabisi karena mantan asistennya punya kemampuan yang hebat seperti dirinya dalam meracik meth hingga dia dan Jesse (yang melarikan diri akibat berusaha membunuh pengedar yang telah menbunuh temannya, Combo). Apa yang harus dilakukan Walter dan Jesse??



Petualangan 'haram' sang guru dan mantan murid dalam berbisnis narkoba ini memang sangat satir. Karakter menjadi sangat abu-abu dan penonton terus ikut bersimpati dengan karakter Walter White dan istrinya Skyler White yang terlanjur ikut terseret dalam gelapnya dunia narkoba dan pencucian uang. Semua masalah tampak begitu realistis dan minimnya musik score pada tiap dialog membuat cerita bisa sangat mencekam dan membuat bergidik. Ithonx tak sabar menyaksikan musim ke empatnya yang pasti banyak kejutan. Oh iya, serial ini juga mendapat banyak penghargaaan dari Emmy Awards tahun-tahun lalu.


Ulasan lengakap season 1 dan 2 telah ditulis Ithonx sebelumnya, jika ingin membacanya lagi atau tertarik dengan cerita awal silakan ke

http://antonithonx.blogspot.com/2010/07/breaking-bad-drama-satir-penuh-kejutan.html


Tuesday, 20 July 2010

BIG SHOTS >>> Versi Pria-nya Sex and The City dan Desperate Houswives



Kesuksesan Sex and The City dan Desperate Houswives mau tak mau menggelitik beberapa sineas untuk memakai formula yang sama pada serial lain. Yang patut di hargai adalah usaha John Harmon Feldman mengkreasi sebuah cerita opera sabun dengan karakter utama para pria -pria mapan (semuanya adalah CEO perusahaan-perusahaan terkenal) dan dilema yang mereka hadapi dengan wanita-wanita disekitar mereka. Terkumpullah Micheal Vartan, Dylan McDarmott, Joshua Malina, dan Kristoper Titus di serial satu musim ini. Soal akting tidak perlu diragukan.

Berisi hanya 11 episode, Big Shots berkutat dengan cerita James Walker yang dicurangi istrinya yang selingkuh dengan atasannya, setelah bercerai James jatuh cinta dengan bawahannya yang juga teman baik semasa kuliah, Brody Johns yang takut istri namun berlaku sebagai manajer krisis dan trouble solver bagi teman-temannya, Karl Mixworthy yang selingkuh dengan perempuan seksi Marla namun Marla malah berteman baik dengan sang istri, dan Duncan Collinworths: seorang duda beranak remaja yang ingin rujuk dengan sang istri dan bersaing keras dengan calon suami sang mantan istri.

Layaknya Carrie Bradshaw dkk di Sex and The City, ke-empat karakter utama ini sangat kompak. Mereka berkumpul di padang golf, sauna, fitness center, country club, restauran, bar dsb saling curhat masalah mertua, istri, sex, karir, pesaing bisnis, dsb dan sesekali saling bantu.

Serial ini banyak mendapat review buruk karena hanya menjiplak formula yang telah ada. Apalagi dibeberapa episode kita sering melihat para pria ini banyak ngerumpi, yang padahal memang realitasnya begitu. Oleh karena itu petinggi ABC harus mengakhiri serial yang tayang 2007 lalu.
Ithonx sendiri menilai bahwa serial ini tidak terlalu buruk walau seperti dibilang tadi, formulanya meniru Sex and The City dan musiknya mentah2 mencomot Desperate Houswives. Asyik juga menyaksikan pria-pria kaya ini bergelut dengan masalah-masalah yang banyak dihadapi pria-pria kebanyakan. Micheal Vartan dan Dylan McDermott adalah alasan utama Ithonx menontonnya karena Vartan sdh familiar mulai dari Alias dan McDermott sudah unjuk gigi mulai dari The Practice.

Overall, serial ini cukup segar dan menggelitik walau nanggung banget...

Saturday, 3 July 2010

Breaking Bad >>> Drama Satir Penuh Kejutan



Sebenarnya lumayan telat juga review untuk Breaking Bad ini karena season 1 nya saja ditayangkan 2008, dan berapa kali Ithonx melihat dvd-nya tapi belum ada ketertarikan untuk membeli dan menontonnya. Tapi demi melihat season 3 nya yang lumayan seru, maka mulai menyusuri season 1, dan mengintip review2 luar tentang drama ini

Season pertama sudah selesai ditonton. Kesimpulannya: Hebat.

Lagi-lagi karakter guru di kedepankan dalam cerita-cerita satir. Mungkin masih ingat dengan karakter yang dimainkan Thomas Jane di HUNG, guru olahraga yang kesulitan ekonomi dan akhirnya menjalani pekerjaan sampingan sebagai gigolo amatiran. Atau yang masih segar mungkin Matthew Morrison sebagai Will Schuester di GLEE yang juga harus nyambi sebagai janitor ditempat dia mengajar. Kali ini di BREAKING BAD ada karakter bernama Walter White sebagai pemeran utama. Di usia-nya yang memasuki 50, dia masih harus berjibaku dengan kebutuhan rumah tangga sebagai guru kimia di SMA dengan menjalani pekerjaan sampingan sebagai kasir bengkel dan kadang mencuci mobil (apesnya mobil yang ia cuci milik siswa bandelnya sehingga dia jadi bahan tertawaan), istrinya sedang hamil anak kedua, dan putra remajanya cacat. Di antara kekesalannya dengan para murid yang tidak seperti dia harapkan, dia juga sering sebel dengan omongan iparnya yang seorang agen DEA, teman-teman seumuran yang sukses atau teman kuliah yang punya perusahaan yang menjadi hebat lantaran sumbangsih kepintarannya. Hidup makin ruwet ketika Walter tau bahwa ia terkena kanker paru-paru stadium 3. Benar-benar satir, seumur hidup menghindari rokok, malah terkena kanker paru-paru.

Di tengah kegalauan hatinya tentang keluarganya jika ia tinggalkan, tanpa sengaja Walter melihat mantan muridnya yang seorang dealer narkoba jenis crystal meth digrebek sodara iparnya. Terbesitlah di benaknya untuk menggunakan keahliannya di bidang kimia untuk bekerja sama dengan si mantan murid bandel itu meracik crystal meth yang paling hebat dan bernilai jual tinggi. Selanjutnya cerita bergulir ke tahap bagaimana walter dan patner mudanya mencuri alat2 lab dari sekolah, mencari bahan, bernegosiasi dengan bandar2 sangar dan usaha Walter mengelabui keluarga dan iparnya yang terus mengincar, belum lagi harus menyadari bahwa umurnya mungkin tak lama lagi.

Yang tidak suka dengan drama-drama berat tanpa wajah2 rupawan, dengan berat hati harus menghindari serial ini. Cerita berbobot dan unik ini mungkin setara dengan Nip/Tuck, Hung, atau The Sopranos. Semua aktor bermain total dan hebat. Penonton diajak menyusuri kelamnya hidup Walter yang menyedihkan dan sering kali menjadi bersimpati dengan tindakan melanggar hukumnya. Kita di sodori karakter2 abu-abu yang tidak jahat, namun memilih pilihan buruk akibat tekanan2 disekitar mereka. Ceritanya yang kadang lambat tidak menjadikan serial ini membosankan. Semua tampak natural dan berhasil menghibur dengan cara yang berbeda. Nilainya 9/10 deh.

Sunday, 27 June 2010

NEW MELROSE PLACE***New Intrigues? I don't think so...!


NEW MELROSE PLACE>>>>Era 90an dan awal 2000an adalah masa ke-emasan tayangan hollywood di pertelevisian nasional kita. Bahkan pada masa itu byk bioskop gulung tikar, belum lagi beragam serial tv yg menyesaki setiap jam tayang utama dan acara klip2 musik keren. Byk ulama saat itu menyarankan agar impor tayangan2 barat dikurangi, dan ternyata berhasil. Hasilnya, tv2 nasional disesaki sinetron tidak mendidik, musik2 kacangan, reality show yg menipu, berita2 bombastis, komedi anarkis (ha..ha, liat OVJ), infotainment gak penting, talk show gak karuan, dan parahnya stripping alias tiap hari.

Hadirnya tayangan impor 2 dekade lalu hrs diakui adalah exposure jitu bagi yg ingin belajar bhs inggris, bahkan ada guyonan "gak perlu kursus, yg penting nonton tayangan amrik saja, psti bisa cas cis cus".

Saat itu, semua tayangan serial ditayangkan perminggu tiap episode, tapi asyiknya tiap hari selalu ada serial laen sehingga tidak terlalu ditunggu. Ini tentu saja memberi keleluasan penulis cerita agar cerita tdk kendor kualitasnya, beda kan dg sinetron kita??

Di barisan soap opera, dekade 90an melahirkan Beverly Hills 90210 yang fenomenal, dan spin off-nya Melrose Place yg tidak kalah hebohnya. Tahun lalu demam remake serial2 lama melanda Hollywood, seolah membangkitkan lagi kejayaan dua opera sabun besutan Darren Starr (yg jg membidani Sex and The City) tsb. Hasilnya: penggemar lama menyukai, penonton baru ikut gandrung.

Jika 90210 berkisar soal remaja2 SMA dan polemiknya, maka Melrose Place menyoroti young adults alias thirty-something yang mulai berkarir beserta problematika di sebuah komplek apartemen sederhana.

Melrose versi 90an sebenarnya tidak memberi formula baru pada opera sabun modern, bahkan harus diakui terkadang ceritanya terlalu mengada-ada. Semua pemain tidak ada yang bertampang jelek,mungkin yg membuatnya istimewa adalah semua karakternya dibuat abu2 sehingga sulit memisahkan mana protagonis mana antagonis. Ceritanya pun hanya seputar rebutan pasangan, perselingkuhan, manipulasi, dan dibumbui adegan2 kiss disana-sini. Ketika di tayangkan SCTV hingga selesai pun hrs ditayangkan lepas jam 10 malam, namun rating-nya sangat tinggi sehingga krna byknya iklan, tayangan 45 menit kadang jadi 1 setengah jam. Makanya SCTV rajin menayangkan Melrose Place dari awal hingga selesai selama 7 tahun. Saat itu Ithonx memasuki tahun2 awal di SMA saat Melrose Place Season 1 mulai tayang (Ha..ha masih SMA sdh nonton MP)

Penggemar Melrose Place 90an akan merasa ini adalah lanjutan cerita sebelumnya, sedangkan penonton baru tidak perlu kuatir tidak tahu jalan ceritanya karena flashback akan terus ada setiap episode. Karakter Sydney yang tewas pada versi lama di ceritakan hanya pura2 saja dan memalsukan kematiannya dg bantuan mantan iparnya dr. Micheal Mancini (Thomas Calabro), Sydney membeli komplek apartemen 1404 dimana semua penghuninya adalah pemeran utama cerita ini. Salah satu-nya adalah David yg ternyata anak kandung Micheal yg di versi lama adalah salah satu penghuni komplek ini. Suatu ketika Sydney di ketemukan tewas (kali ini tewas beneran) di kolam renang, dan semua penghuni layak dicurigai menjadi pembunuhnya dengan bantuan adegan2 flshback, dan dari sinilah cerita bergulir. Beberapa karakter baru akan mengingatkan penonton lama dengan karakter2 Melrose versi 90an seperti pasangan Billy dan Allyson, Jo dan Jake, Micheal dan Jane, atau si gay Matt.

Kejutan hebatnya adalah Heather Locklear si pemeran Amanda Wayword si biang kerok di versi lama akan hadir lagi, Daphne Zuniga si pemeran Jo akan jadi bintang tamu. Di kabarkan Grant Show pemeran Jake juga bersedia bermain lain. Andrew Shue dan Courtney Thorne Smith si pemeran Billy dan Alisson jg sdh bersedia di kontrak. Sementara pemain2 laen jg sedang di lobby sprti Jossie Bisset (Jane) dan Allysa Milano. Dan masalahnya sekarang, para pemain baru yg kebat-kebit, jika pemain lama ikut bermain semua dan terbukti aktig mereka sdh pernah membuat penggemar senang, maka serial ini tidak butuh mereka....

Jika ingin bernostalgia, maka New Melrose Place harus ditonton (4cd, dan tdk ada tanda2 stasiun tv kita akan menayangkannya), dan jika kalian menyukai tontotan soap opera yg disesaki wajah2 cantik dan tampan and plenty of kissing scenes, inilah pilihannya. Personally, Ithonx merasa versi lama belum tertandingi karena hebatnya chemistry pemain2nya, tapi versi baru lumayan hip dan urban dengan theme songs yg catchy dan familiar, overall nilainya 7/10.