Universal

Universal
Me and films

Silahkan Cari

Saturday, 27 April 2013

SPARTACUS: WAR OF THE DAMNED >>> Dan Semua Berakhir Disini...


Yang telah mengikuti petualangan dua musim sebelumnya dan satu prekuelnya maka War Of The Damned harus segera di saksikan demi menuntaskan semua cerita amarah dan pemberontakan sang gladiator gagah perkasa Spartacus dalam menghadapi kedigjayaan tentara Romawi.

Plot dengan mulus langsung melanjutkan cerita sebelumnya. Setting kini berpindah ke alam luas dimana para gladiator dan budak yang di pimpin Spartacus, Gannicus dan Crixus nomaden menguasai kota demi kota yang mereka taklukan. Crixus dan Spartacus kerap berselisih paham dan perpecahan tak bisa dihindari. Sekali dua kali perselisihan ini bisa terselesaikan, namun akhirnya Crixus dan sang kekasih Neavia menentukan nasib mereka sendiri menyerbu pasukan Romawi yang mau tak mau di restui Spartacus.

Kali ini antagonisnya adalah Crassus yg diperintahkan menumpas pemberontakan Spartacus. Sementara Ceasar bawahannya di perintahkan menyusup ke dalam kubu Spartacus untuk mengadu domba. Friksi plot juga di perkeruh oleh Tiberius, bocah kesayangan Crassus yang sok tahu yang kerap membuat ulah. Dan kesemua sub plot tersebut merambat dengan intensitas tinggi menuju perperangan akhir yang membuat bergidik, tegang dan mata berair.

Level kekerasan dan seksualitas tetap berada paling tinggi, sehingga tetap saja versi tanpa sensor jangan sampai di saksikan oleh anak-anak atau wanita. Tak canggung di musim ini, kisah cinta sesama jenis Agron dan Nasir di gambarkan gamblang bahkan satu sex scene di buat khusus. 

Satu persatu gladiator  tewas mengenaskan dan membuat kita bersedih. Konflik disajikan dengan begitu dramatis bagai telenovela sehingga emosi kita ikut ditarik ulur. 



Akhir cerita Spartacus mungkin telah banyak yang tahu dari banyak film2 yang dibuat sebelumnya. Namun serial besutan Starz ini tak hanya berorientasi pada akhir cerita. Penonton diajak berduka dan bahagia dengan semua tokoh yang terlibat di dalamnya.

Spartacus season 1 memang tayang di TV berlangganan dengan seabrek sensor. Oleh karena itu menyaksikannya dengan tanpa sensor sungguh pengalaman luar biasa yang tak terlupakan.

Akhir episode begitu dramatis dan menyentuh, apalagi pada saat kredit title, kita dibuat teringat semua gladiator yang telah gugur di musim sebelumnya. Dan tentunya Andy Whitefield yang berteriak "I am Spartacus...!!"

Thanks a lot Starz. Atas pengalaman menonton yang luar biasa. Kami menunggu Ben Hur atau Xena The Warrior Princess dengan cita rasa Spartacus.

>>Ithonx<<

Friday, 25 January 2013

DEXTER SEASON 7 >> HE SAW. SHE SAW


Yang mati penasaran dengan kelanjutan Dexter di musim sebelumnya, harus menonton season ke tujuh ini. Apalagi Showtime sudah berjanji bahwa Dexter akan dituntaskan di musim kedelapan. 

Tanpa bertele-tele kita di sodori konflik batin Debra yang mengetahui kalau Dexter adalah si serial killer yang telah lama ia cari. Dexter pun berusaha keras menjelaskan bahwa what he's been doing is for the sake of his psychological condition. Langkah Dexter pun seakan tersendat. Insting membunuhnya terganjal Debra yang sekarang serba ingin tahu gerak-geriknya. Tak hanya Debra, Laguerta mendapat titik cerah siapa vigilante yang selama ini mereka cari. Twist mendebarkan akan siap-siap penonton alami di musim ini.

Seperti biasa, bad guy juga dihadirkan dalam subplot. Dan menambah keruh cerita yang selalu bermuara ke Dexter.

Makin mendekati musim pamungkas, Dexter semakin mencekam dan sangat seru dinikmati. Tak ada ruang untuk bertele-tele dengan plot utama walau tokoh antagonis atau bad guy tetap dimunculkan tiap musim. Di musim ke tujuh ini fokus adalah terbongkarnya lapis demi lapis sisi gelap Dexter yang menyangkut banyak karakter lain. Menceritakan semua kejadian di serial berepisode 13 ini hanya akan membuat kenikmatan menonton berkurang. Jadi silahkan tonton sendiri, guys. 

>>Ithonx<<

DROP DEAD DIVA >> The Dumb Blond and The Big Lawyer



Penggemar courtroom drama pasti akan cinta mati dengan serial kocak cerdas ini. Memang tak akan terhindari untuk membandingkan tayangan Lifetime ini dengan serial beken sebelumnya semacam Ally McBeal, Boston Legal atau The Parctice. Yang membedakannya adalah Drop Dead Diva memasukkan unsur fantasi dan mengaduk-aduk emosi penonton wanita dengan kisah cinta Deb/Jane dan Grayson.

Ada dua plot penting dalam cerita serial ini. Pertama yaitu kisah Deb/Jane dan Grayson serta tokoh-tokoh lainnya di luar courtroom. Dan yang kedua adalah kisah Jane/Deb membela klien-klien di pengadilan. mau tau plot nya?

Sebenarnya disetiap awal episode, major plot selalu diterangkan oleh Jane, tapi tak apalah sedikit dibongkar disini. Deb, seorang aspiring model yang bertunangan dengan Grayson tewas tertabrak truk jeruk, dan di saat bersamaan Jane pengacara bertubuh tambun tewas tertembak mantan klien firma hukumnya. Nah, di heaven gate, si Deb menekan 'return button' dan masuk ke tubuh Jane. Bisa dibayangkan kan jika seorang model dungu harus menjadi pengacara dengan ukuran tubuh jumbo? Deb yang berada dalam tubuh Jane harus menjalani hidup Jane yang dia tidak tahu sama sekali. Ditemani temannya yang shallow juga, dan seorang guardian angel yang culun, Deb atau Jane menjalani hidup sebagai pengacara handal. Konflik pribadi mulai timbul saat Grayson, tunangan Deb, bekerja di firma Jane. Deb yg telah berada dalam tubuh Jane dilarang keras memberitahu siapapun tentang apa yang terjadi atau seseorang harus tewas.

Tontonan cerdas ini jelas-jelas mengekor Ally McBeal dengan nuansa yang berbeda, namun Drop Dead Diva terkesan lebih ceria dan mengacak-acak emosi penonton yang terobsesi dunia cinta ala dongeng. Semua bintang bermain dengan cemerlang dan plot merambat dengan mulus membuat penonton selalu mengikuti setiap episode.

It's worth watching, really.

>>Ithonx<<

Saturday, 15 December 2012

IT BRINGS ME INTO TEARS

Aku mengenal seorang pria muda berbadan kekar, ramah, dan tampan yang baru saja kehilangan istri tercinta yang belum lama memberinya bayi mungil yang tampan.

He look so strong from the outside, tapi tau gak? setiap hari dia meng-update status facebook istrinya seolah dia masih ada, kemudian ia balas memberi komentar sehingga terlihat mereka berdua sedang berkomunikasi. Misalnya sekarang saat aku sedang menulis ini, dia menulis di akun istrinya "sebel...sebel..pengennya marah mulu.." kemudian ia berkomentar "sabar sayangku..."

Jangan bilang ini hal yang konyol. Aku selalu tercenung tiap kali dia melakukan hal itu. I bet he misses her so much. Dan mungkin ini caranya tetap untuk tetap tidak melupakan istrinya yang telah tiada itu. Would I do the same? 

Dan aku ingat dia kemarin menulis di akun istrinya "Sudah belum ya hari ini aku bilang ke dia bahwa aku sangat mencintainya?" dan ia beri komentar "Gak perlu sayang, aku tau kok."

And it brings me into tears....

>>Ithonx<<

Damn, I miss those days...

Sudah mau tahun baru lagi....

Resolusi tahun kemarin sudah tercapai, walau gak sepenuhnya sih. Sudah kagak ada yang bilang gua gendut, kan?. Oh ya, kalo ngomongin bodi keknya pencapaian tahun ini cukup memuaskan. Banyak yang bilang kalo bodi gue lumayan bagus utk pria seumuran gue. Gile aja, kedengeran tuwir bangetz. Tapi ngabizin 2 jam saban hari kelar magrib di gym keknya paid off dah. Gue ketemu gym buddy yg luar biasa motivating dah. Tapi kok malah ngomongin bodi sih? gak sesuei judul. Ganti topik ya.

Tahun ini keknya isinya cuma kerja, kerja dan kerja. Waktu buat bercinta dikit bangetz, tp kagak apalah, kalo miskin emang harus banyak kerja kan? Temen-temen makin sedikit. Yang paling sering diajak hengot ya cuma dua cewek di foto atas entuh. Obrolannya kalo ngumpul tetep sama kek jaman kuliah dulu. Gak mutu dan banyak cekikan doang, but hey...kalo hengot ya emang gitu kaleee...

Paling tidak mereka berdua jadi reminder how great the old days were. Kuliah lebih banyak nontonnya, makannya, ngobrolnya, tau2 dapat nilai bagus....where did those days go?? Gak tau juga...

Emang bener kata orang, kalo seneng2 pasti gak terasa cepet berlalu. Gue jelas kagak mau ngulang hari2 lalu, ya iyalah..masa' gue harus ngulang kuliah lageee, tp yg jelas ngingetin masa lalu dg orang2 gokil dan aneh yang sekarang pada ngabur ke tempat2 dimana internet kagak bisa diakses sangatlah menyenangkan.

Tapi tahun ini juga, keluarga kite mendapat kehilangan yg besar. Kakak ipar gue yg tersayang di panggil Allah. He was a great man, dan itu pukulan hebat buat saudari gue dan juga anak-anaknya, termasuk juga gue. Semoga dia diterima di sisinya. Amin.

Ah, entah resolusi apa yg musti dibuat lagi akhir tahun ini. let it flow ajalah....

>>Ithonx<<

Friday, 10 August 2012

GOSSIP GIRL SEASON 2 SAMPE 5 >>> SINETRON BULE INI MAH!

Unbelievable, ternyata bisa juga menyelesaikan sisa empat musim serial yang awalnya bertema remaja ini. Kisah enam muda mudi rupawan ini sudah Ithonx bahas musim perdana-nya. Penggemar serial berbobot produksi ABC, NBC, AMC atau Fox pasti mencibir Gossip Girl. Tapi harap maklum saja, Gossip Girl produksi The CW share-nya buat remaja dan anak muda. Jualan utamanya tentu saja wajah-wajah tampan dan cantik dengan cerita seadanya yang tidak terlalu njelimet.
 
Bagi Ithonx, perginya Jenny Humprey sangat disayangkan, walaupun dibuat perlahan dan sempat beberapa kali hadir menjadi bintang tamu. Karakter Jenny telah membangun sub plot yang sangat mendasar di season 1 dan 2, bahkan konflik yang dihadapi Jenny termasuk sangat dewasa dan tidak berkubang dengan masalah sepele saja. Ambil contoh saat Jenny  magang di tempat Eleanor Waldorf, atau saat ingin 'bercerai' dengan ayah-nya (Istilahnya get emancipated, biar bisa mandiri di bawah usia 18). Bagian ini, terus terang saja, lebih membuat cerita berbobot ketimbang salah paham berkepanjangan Blair-Serena, Rufus-Lili dan Chuck-Nate.
 
Selebihnya, plot terasa seperti sinetron kita, kalau tidak mau di bilang telenovela. Saling khianat, scheming, salah paham, bertukar pasangan, ahhh....plot kayak gini sih sudah ada sejak tahun 80an. 
 
Tokoh menyebalkan Georgina memang sedikit membuat konflik menjadi 'ramai', tapi tokoh ini terlalu mengada-ada. Persis kayak antagonis sinetron kita, Georgina bisa dengan mudah nongol di mana-mana, masuk apartemen orang seenaknya, dan selalu mendapatkan kebetulan-kebetulan yang berpihak padanya.
 
Juga, cliffhanger beserta twist yang di sodorkan juga terlalu soapy. Jangan percaya dulu jika ada tokoh yang mati, karena pasti akan hidup lagi setelah beberapa episode. 
 
Hot point: Saat pencarian siapa Gossip Girl sebenarnya, konflik menjadi menarik namun kemabali datar saat pencarian itu gagal.
 
Akhirnya, Gossip Girl tak lebih dari tontonan ringan yang MEMANG di khususkan untuk anak-anak muda. Menjelang musim ke empat, saat para tokoh mulai memasuki dunia kerja, ada sedikit pengharapan kalau-kalau plot berubah menjadi lebih berisi, namun nyatanya hingga akhir musim kelima plot masih berkutat di masalah cinta yang tak berbalas dan salah paham tanpa akhir. Sangat disayangkan memang.....
Season 6, maybe?

>>Ithonx<<

Saturday, 14 July 2012

SPARTACUS: WAR OF THE DAMNED >> Bakal Jadi Season Terakhir?


Catat mulai tayangnya: January 2013, ini press release resmi dari Starz...

Beverly Hills, Calif. – Date June 4, 2012 – STARZ announced today the upcoming season of the international hit series “Spartacus” will be the conclusion of the saga.  With a visual style completely unique to television, the franchise has amassed both critical and popular acclaim to become the most successful on the network and one of the highest rated programs in all of cable television.  More than six million weekly viewers watched last season, “Spartacus: Vengeance,” which has amassed more than 2.5 million Facebook fans. Globally, the series airs in 150 countries in more than 15 languages.
“The fans have been tremendously supportive of our show,” says creator and executive producer, Steven S. DeKnight.  “We did not come to this decision lightly.  It was an extremely difficult and emotional decision for my partners and I.  Yet, in the end, the story was best served by rolling all of the remaining action and drama of Spartacus’ journey into one stunningly epic season that will be extremely satisfying for everyone who’s been along for the ride.”
“Steven DeKnight, Rob Tapert, Josh Donen and Sam Raimi have made one of the most groundbreaking shows we have ever seen,” says Starz CEO Chris Albrecht. “’Spartacus’ is a landmark series for the network which has enthralled millions of viewers and fans around the world.  We are in agreement with our partners in the decision to conclude the story after ‘War of the Damned,’ as we believe it is the best way to maintain the integrity of the series and secure its legacy.  While everyone may know the fate of Spartacus, we believe this will be a spectacular season that will startle, amaze and honor the legions of fans.”
“Spartacus: War of the Damned,” currently in production in New Zealand, takes place following the defeat of Roman commander Gaius Claudius Glaber. Spartacus and his men have amassed major victories against the Romans after the Battle of Vesuvius.  These victories have not only forged the legend of Spartacus, but have greatly increased the ranks of the rebellion slaves to more than 30,000. Rome is indeed beginning to tremble at the threat Spartacus now represents.
The Emmy® nominated series, already known for its groundbreaking production and visual style, has set the bar even higher to bring the story to its epic conclusion.  This year, new sets will include the construction of a full city, a Roman Villa, and the scene of the epic battle along the Appian Way.
Airing in 150 countries, the series is considered an unqualified smash around the world, including Brazil, England, France, Germany, Italy, Korea, Mexico, Portugal, Russia, Spain, Turkey, and more.  The enormous international success has led to global licensing for a variety of rights, including: authentic prop replicas, publishing, soundtracks, motion comic books, trading cards, and a few more major deals soon to be announced.
In the US and abroad, the DVDs continue to be one of the most popular titles sold at all major retailers, appearing in the Top 10 of all TV titles sold.
The “Spartacus” franchise began its run Friday, January 22, 2010 with “Blood and Sand.” It was followed a year later with the prequel, “Gods of the Arena” (January 21, 2011).  “Vengeance” hit the air on January 27, 2012 and “War of the Damned” is scheduled to air January 2013.
“Spartacus: War of the Damned” sees the return on Liam McIntyre (Spartacus), Manu Bennett (Crixus), Dustin Clare (Gannicus), Dan Feuerriegel (Agron), Cynthia Addai-Robinson (Naevia) and Ellen Hollman (Saxa). This year, Todd Lasance joins the cast as Gaius Julius Caesar, along with Simon Merrells, who will be playing Marcus Crassus and Anna Hutchison as Laeta.

Terlalu cepat buat ditamatkan? Gak juga krn kalo di panjang-panjangin malah ntar-nya gak karuan. Can't hardly wait.

>>Ithonx<<

The Amazing Spiderman >> Tobey VS Andrew

Membandingkan Spiderman versi Andrew Garfield dan Tobey McGuire pastilah tak akan ada habisnya. Pro kontra atas reboot yang terlalu cepat  sudah jadi berita basi di mana-mana. Yang jelas setelah di rilis dan di tonton apa reaksi banyak orang? Satisfied? tentu saja. Disappointed? Mungkin saja. 

Mungkin ingin membawa superhero ini ke level yang lebih gelap dan dewasa seperti Batman Begins, The Amazing Spiderman berusaha tidak main-main lagi dengan ekplorasi karakter geeky Peter Parker. Penonton tak lagi berpikir keras mengapa plot The Amazing beda dengan Spiderman. Terus terang, plot yang ada cukup menyegarkan dan tanpa banyak pengulangan-pengulanga yang membuat jemu mengingat Spiderman versi Tobey masih begitu membekas di benak.

Soal kostum yang sedikit lain juga tak begitu mengganggu. Bahkan gambaran Spidey yang kerap membawa backpack benar-benar sentuhan keren yang tak dapat di Spiderman-nya Tobey.

Andrew mungkin tak membuat tubuhnya berotot luar biasa layaknya Tobey di awal Spiderman, namun penyelaman karakter, mimik wajah dan pembawaannya malah membuat The Amazing Spiderman menjadi sangat enak di ikuti.

Mungkin kita bisa bilang kalau The Amazing Spiderman tidak menghasilkan banyak memorable scene (inget adegan ciuman terbalik Spidey dan MJ saat hujan deras?), tapi hadirnya Emma Stone sebagai Gwen Stacy bener2 luar biasa. Pembawaan dan suara serak2nya begitu enak di lihat.

Sally Field yang beken di serial Brother and Sister dan aktor kawakan Martin Sheen yang berperan sebagai paman dan bibi Peter juga memberi ruh tersendiri atas film ini. Dialog-dialognya terasa pas dan tak berlebihan.

The Amazing Spiderman tidak luar biasa, namun enak dinikmati tanpa harus dibanding-bandingkan dengan Trilogy Spidey yang sudah ada. Patut di tonton dah.

>>Ithonx<<