Universal

Universal
Me and films

Silahkan Cari

Friday, 29 July 2011

SCRE4M >>> Setelah 10 Tahun, Ghostface Masih Menebar Terror...

Trilogy Scream memang masih yang terdepan dalam urusan cerita, ketegangan dan dialog-dialog cerdas tanpa mengumbar banyak adegan sadis berlebihan atau adegan telanjang tidak penting layaknya film-film horror lainnya.

Semua orang mengira kalau Trilogy Scream sudah tidak akan berlanjut lagi karena di jilid ketiga semua sudah ditutup dengan manis dan tidak memberi celah besar untuk dilanjutkan, apalagi raupan box office-nya juga tak sebesar jilid pertama.

Namun apa sih yang tak bakal terjadi di Hollywood? Karakter yang tewas pun nekad dihidupkan lagi demi sequel, apalagi di Scream tokoh utama masih hidup semua dan semua orang masih ingin melihat pembantain Ghostface. Jeda sepuluh tahun bikin Scre4m basi? bisa iya bisa tidak. Soalnya, banyak film yang lebih dari 15 tahun baru dibuatkan sequelnya.

Jeda 10 tahun ternyata bisa membuat plot yang disajikan lebih segar sehingga memberi background cerita yang lebih masuk akal. Dewey dan Gale telah menikah dan Sydney menjadi penulis buku terkenal. Hingga akhirnya Sydney pulang kampung ke Woodsboro sambil mempromosikan buku terbarunya. Reuni dengan Gale dan Dewey dan juga bertemu dengan tante dan sepupu remajanya, Sydney sangat bahagia. Tapi seperti biasa, kebahagian tersebut rusak dengan serentetan pembantaian lagi. Penonton pun kemudian hanya disuruh duduk manis sambil menunggu siapa tewas selanjutnya sambil menerka-nerka siapa sang pembunuh yang biasanya dua orang.

Terlepas dari klisenya semua adegan pembantaian, teka-teki dan plot lumayan menarik untuk tetap membuat penonton hanyut dalam kengerian. Plot menjadi pecah dua di awal, yaitu kisah Gale, Sydney dan Dewey, dan kisah sepupu Sydney, Jill dan teman-temannya. Untungnya Sydney masih mendapat peran utama dan tetap memikat penonton yang ingin tokoh ini tidak mati.

Dibarisan tokoh-tokoh lama, plot tak mengalami banyak perubahan. Hanya saja pernikahan Gale dan Dewey nampaknya kurang bahagia dengan tidak adanya bayi, apalagi hadir Judy, deputy-nya Dewey yang nampaknya naksir dengan Dewey. Gale yang ingin berkarir lagi ditambah 'hadirnya' saingan di sektor cinta, melihat peluang bagus untuk 'comeback' saat
munculnya Ghostface.

Tokoh-tokoh baru sayangnya harus tewas demi plot film horror ini. Jill, sepupu Sydney yang masih SMA bersama teman-temannya: Kirby, Olivia, Charlie, Robbie dan manttan pacarnya Trevor harus ikut terseret sebagai korban membabi buta-nya Ghostface. Beberapa tokoh mengingatkan kita pada korban-korban di versi orisinil-nya.

Lalu siapakah pembunuh di sequel in? Shocking!!

Performa trio David Arquette, Courtney Cox dan Neve Campbell masih sangat terjaga. Lantaran masih sangat bagus, maka perhatian kita pindah ke barisan cast baru. Hayden Panettiere mencuri perhatian dengan perannya sebagai Kirby Reed yang cerewet. Emma Roberts juga lumayan apik sebagai Jill. Pemeran-pemeran lainnya juga tak kalah bagusnya walau belum punya nama besar kecuali Rory Culkin yang berperan sebagai Charlie. Malang bagi si tampan Adam Brodie yang kebagian peran polisi, perannya yang kurang penting dan tewas sia-sia membuatnya begitu merana tampil di film ini.

Poin plus harus disematkan pada prolog yang menampilkan bintang-bintang serial teve beken. Adegan2 'film within film' pembantaian dua gadis cantik di awal benar-benar menggelitik dan seru. Cerdas. Anna Paquin, Kristen Bell, Brittany Roberts dan beberapa bintang teve beken rela tampil beberapa menit saja untuk kemudian tewas terbantai. Lihat dan nikmati dialog-dialognya yang cerdas dan menyindir film-film sejenis saat Scream 'libur'.

Di dengungkan sebagai awal dari trilogy baru, nampaknya kemungkinan akan sequel berikutnya masih terbuka lebar. Walau berisi pembunuhan tak ada habisnya, tapi pesan moral juga disematkan di sequel ini. Demi terkenal, membunuhpun juga bisa dilakukan seseorang.

>>Ithonx<<

Monday, 25 July 2011

X-MEN: FIRST CLASS >>> Dan Semua Berawal Di Sini...

Yang bukan penggemar komik X-Men yang katanya cukup njelimet, hadirnya X-Men: First Class ini sangat membantu untuk mengenal tokoh-tokoh penting para mutan yang munculdi trilogy dan spin off sebelumnya.

Awalnya, First Class tidak terlalu menyita perhatian Ithonx lantaran sudah dipastikan bahwa Wolverine tidak muncul. Apalah artinya film X-Men tanpa Wolverine? Apalagi bintang-bintang yang kayaknya tidak membuat nafsu menonton banyak berserakan disini. Ithonx bukan fans-nya James McAvoy yang beberapa filmya memang layak tonton juga. Nampaknya versi lebih muda-nya Mystique, Professor X, Magneto dan Beast tak membuat hati tergerak menontonnya.

Namun anggapan tersebut salah besar. X-Men First Class ternyata sangat memikat baik cerita maupun efek spesial-nya. Bagi penikmat semua film-film X-Men, First Class membuat penonton manggut-manggut sambil benaknya terus menghubungkan cerita-cerita yang telah disodorkan sebelumnya. Kita bisa tau semua asal-usul mutan-mutan sakti. Dengan gamblang film ini bercerita hubungan Xavier dan Raven (yang kemudian di kenal dengan Mystique), Hubungan asmara Erik (kemudian menjadi Magneto) dan Raven. Hank McCoy yang awalnya berwujud manusia namun berubah menjadi Beast. Dan banyak cerita lainnya yang enak diikuti.

Porsi terbesar tentu saja adalah kisah Charles Xavier yang nantinya membangun sekolah khusus mutan dan kisah pedihnya Erik Lenhserr yang kemudian bermotomorfosis menjadi Magneto yang super jahat. Jika di film ini Professor X dan Magneto muda masih bersahabat, lalu siapa tokoh jahatnya? Jangan kuatir, mutan bernama Sebastian Shaw menjadi pemicu awalnya X dan Magneto muda bersahabat dan kemudian menjadi musuh bebuyutan. Sebastian Shawadiperankan oleh aktor kawakan Kevin Bacon yang nampak lebih muda di film ini

James McAvoy dan Micheal Fessbender cukup apik memerankan X dan Magneto muda. Sementara, walau nampak kaku, para bintang muda yang memerankan mutan-mutan sakti cukup memeriahkan film ini. Beban berat harus ditanggung Jennifer Lawrence yang memerankan Raven atau Mystique. Di tiga seri sebelumnya Mystique begitu lekat dengan sosok Rebbeca Romijn yang cantik dan seksi, dan Jennifer sedikit kerepotan memerankan Mystique muda.

Tapi masa sih pemain-pemain lama tak ada yang nongol? Yah, memang begitulah adanya. Yang ada hanyalah cameo yang cukup memberi kejutan menyenangkan. Wolverine dan Mystique (Hugh Jackman dan Rebecca Romijn) muncul beberapa detik saja.

Tak perlu diragukan kalau nanti akan ada sequel lagi, karena memang layak ditunggu.

>>Ithonx<<

Sunday, 24 July 2011

LIPSTICK JUNGLE SEASON 1 >>> Sex And The City Meets Desperate Houswives

Baru sempet nonton serial yang cuma bertahan dua musim ini. Cerita tentang tiga wanita cantik yang bergerilya di kota New York ini adalah karya Candace Bushnel yang juga menulis Sex and the City. Jika Sex and The City lebih vulgar dan komikal, maka Lipstick Jungle yang season 1 nya hanya memuat tujuh episode saja lebih serius dengan sentuhan problematika yang lebih humanis dan dewasa.


Adalah Wendy, Nico dan Victory. Tiga sahabat yang selalu mendukung satu sama lain. Wendy yang wanita karir di bidang perfilman harus menghadapi sikap suaminya yang merasa berada di bawah bayang2 kesuksesannya, belum lagi masalah dua anaknya yang kerap meminta perhatian lebih. Nico yang belum bisa memiliki anak dengan suami yang dulu adalah dosennya adalah figur peentinng di dunia media. Lantaran kehidupan seksnya yang garing, dia terseret perselingkuhan dengan fotografer muda yang ternyata cinta mati dengan dirinya. Lain halnya dengan Victory. Masih lajang namun labil dalam menjalani karirnya sebagai perancang dan sering tidak mujur dalam masalah cinta.


Tujuh episode di season perdana ini mengajak kita menelusuri tiga dunia pribadi dan kerja tiga wanita ini. Kegetiran nampak dibalik gemerlap dan kesuksesan mereka. Wendy, Nico dan Victory selalu nampak kerepotan menyeimbangkan kehidupan pribadi dan kerja, dan itulah kenikmatan menonton serial ini.


Brooke Shields, Kim raver dan Lindsay Price sangat apik memerankan tiga tokoh utama serial ini. Memang terasa aroma Sex and The City-nya dan juga harus bersain dengan Cashmere Mafia saat ditayangkan, but over all, Lipstick Jungle lumayan menghibur.


Oh ya, penonton wanita pasti blingsatan dengan ulah Robert Buckley yang berperan sebagai selingkuhan Nico yang terlalu sering half-naked.

>>Ithonx<<

Sunday, 17 July 2011

CD HUNTING


Hasil perburuan CD ke empat penjuru mata angin: dan yg dibeli:

1. Lee Dewyze (75rb): Live it up; Lagu Sweet Serendepity-nya super duper bikin semangat. Lagu Brooklyn Bridge bikin pengen ke Amrik...

2. Shayne Ward: Obsession (75rb) ; Setelah pita suaranya di operasi, Shayne sedikit berubah aliran musiknya, dan bodi-nya jd buff krn suka fitnes. Lagu Waiting In The Wings-nya gila2an keren

3. Mariah Carey: Music Box (75rb); Cuma pya kaset doang, jd pas nemu album ini gila2an hepi. Ini album legendaris krn memuat lagu2 super massive hits kyk HERO, DREAMLOVER, WITHOUT YOU, ato ANYTIME U NEED A FRIEND

4. Eh nemu DVD MARIAH #1. (50rb) Sudah pya sih, tp demi melihat DVD ini dikemas dlm bentuk 3D dan ada bonus kacamata 3D segala....harus dibeli....

CD Bekas
1.Babyface: The Day (55rb) (1996); Bukan bekas pakai, tp bekas dari toko. Di toko B.U 68 Bandung ada album ini yg masih di segel rapi belum terjamah. Album ini super bagoos krn featuring musisi2 TOP kyk Mariah Carey, Kenny G, Stevie Wonders, Timbaland dan jg Eric Clapton. Satu Kata: Suuuuper.

2. Take That: Nobody Else (45rb) (1996) ; Nih boyband super keren dan mampu menembus pasar amrik di jamannya. Lagu legendaris Back For Good ada disini. Mantaps.

>>Ithonx<<


Monday, 4 July 2011

TRANSFORMERS 3 >>> I Just Want Megan Fox Back...!!


Sebagai bagian dari masa kecil yang indah, maka Transformers adalah tontonan wajib. Ketika film ini dirilis, maka film-film lain harus diabaikan dulu demi melihat Autobots dan Decepticons yang berperang memporak-porandakan bumi. Jilid ketiga ini masih seperti jilid-jilid sebelumnya. Hingar bingar dengan pameran CGI yang luar biasa. Namun harus diakui bahwa jilid satu-lah yang paling berkesan. Kenapa? karena saat itu kita masih bertanya-tanya akan seperti apa para Transformers ketika dibuat live action, dan ketika dirilis semua penonton merasa takjub. Selebihnya di dua jilid selanjutnya kita tidak lagi diberi kejutan-kejutan luar biasa namun hanya dibuat melototin film berdurasi panjang tersebut sambil terus bilang "What's next?"

Kali ini di jilid ketiga, musuh para Autobots bukan hanya Decepticons, namun ada Sentinel Prime yang jenius dan beraliansi dengan Decepticons mengambil alih bumi. That's it. Sub plot yang tak terlalu istimewa juga diketengahkan dengan hadirnya Carly dan Bosnya, orang tua Sam yang memaksa Sam mencari kerja, dan intrik pemerintahan.

Cabutnya Megan Fox di jilid ketiga sudah jadi berita besar jauh-jauh hari sebelumnya. Mikaela, karakter yang diperankan Megan Fox, diceritakan putus dengan Sam dan sebagai gantinya ada Carly yang diperankan Rossie Huttington. Bagi Ithonx, karisma Rosie dengan aksen Inggrisnya jauh dibawah Megan Fox. Karkater Carly yang dicemburui Sam gara-gara dekat dengan Bos-nya (Patrick Dampsey) terlalu garing dan belum loveable.

Kisah Sam yang kesulitan mencari pekerjaan sangat segar untuk dinikmati, apalagi datangnya orang tuanya yang terus mencampuri kehidupan pribadinya cukup mengocok perut: mengingatkan kita pada jilid pertama. Namun sayangnya hanya terjadi di awal film saja.

Patrick Dampsey cukup memberi kesan juga tampil sebagai villain dari pihak manusia. Sementara Josh Duhamel dan Tyresse Gibson cukup malang karena karakter yang mereka perankan tidak dieksplorasi.

Jilid ketiga ini lebih baik dari jilid kedua, walau disayangkan Megatron hanya muncul di akhir cerita saja. Namun jilid ketiga ini belum mampu menandingi jilid pertama yang paling berkesan walau dramalurgi jilid 3 juga sangat baik. Memang chemistry bagus antara Shia dan Megan tidak terjadi dengan Shia dan Rossie, namun tertutupi dengan munculnya robot Shockwave yang mengulung-gulung menghancurkan bumi. Bikin shock!

Di balik plot yang klise dan suguhan CGI yang berlebihan, Transformers 3 masih tetap menjadi tontonan yang menyegarkan mata bagi bocah-bocah (besar) yang menyukai robot dan ledakan-ledakan super dahsyat.

Jilid empat? tetap masih dinanti dong.

Saturday, 18 June 2011

FRINGE SEASON 3 >>> Perang Antar Dimensi


Serial yang diproduseri J.J Abrams ini hampir saja dihentikan penayangannya lantaran rating yang makin merosot. Di pindahkan jam tayangnya ke waktu yang sangat tidak stategis, Fringe harus susah payah meraup penonton dan tetap disukai para hardcore fans. Dan Fringe melewati masa-masa kritis itu.

Sepuluh episode pertama di musim ketiga ini benar-benar memikat bagi yang mati penasaran dengan akhir cerita di musim kedua. Kasus-kasus kecil seolah tidak diperhatikan lagi dan rasa penasaran penonton akan nasib Olivia benar-benar dinomersatukan.

Musim ketiga ini berfokus pada persaingan antar dimensi atau alternate world dan kasus-kasus yang terjadi akibat bocornya gerbang antar dimensi. Di ceritakan ternyata Olivia Dunham terjebak di dimensi lain (kita sebut alternate world aja ya), sementara Olivia Dunham dari alternate world menyamar hingga di episode kesepuluh baru terungkap.

Olivia palsu ternyata jatuh cinta beneran dengan Peter Bishop dan saat kembali ke alternate world yang jauh lebih canggih ternyata hamil. Nah loh.

Musim ini lumayan unik karena kita bisa terpukau dengan gambaran alternate world yang super canggih. Di alternate world, Charlie ternyata masih hidup dan Lincoln yang diam-diam mencintai Olivia cukup memberi warna pada plot.

Namun nampaknya logika makin terabaikan. Masih hidupnya William Bell yang berupa energi roh menjadi hal teraneh di musim ini. Belum lagi temuan mesin ciptaan para manusia pertama yang bisa menghancurkan dunia. Kemudian Olivia yang ternyata punya kekuatan telekenesis. Peter yang merupakan satu-satunya yang mampu mengendalikan mesin penghancur itu.

Dan pada akhirnya satu dari dua dimensi yang bersaing ini harus musnah. Yang manakah? Benarkah Peter Bishop harus mengorbankan dirinya agar kedua dunia bisa selamat?

>>Ithonx<<

Thursday, 9 June 2011

HARUSKAH BERALIH DARI DIPIDI KE BIDI >>> Dan Era DVD Pun Segera Berakhir...!! Selamat Datang Blu Ray Disc..!!


Sebenarnya era Blu-Ray Disc sudah lama di mulai, namun lantaran harga keping orisinil dan playernya masih di atas daya beli rakyat jelata seperti Ithonx, maka tekhnologi ini ditanggapi dingin-dingin saja. Lagian, DVD baik yang orisinal maupun bajakan masih bisa memuaskan nafsu menonton saya yang semakin besar tiap hari. Namun, perlahan tapi pasti, masa peralihan tersebut akan tiba juga. Dan kita musti bersiap dengan peralihan ini (halah, kayak apa aja).

Tekhnologi memang tidak pernah berhenti di satu titik saja. Menilik bagaimana revolusi besar home video di era digital, maka tekhnologi mau tak mau adalah sebuah hal yang mesti diikuti agar tetap merasa modern terus, iya gak? Apalagi sudah lebih dari satu dekade ini para penikmat film tak lagi hanya menjadi penonton, namun juga menjadi kolektor film, sehingga home video menjelma menjadi jajanan yang laris manis.

Saya mengenal home video dari era betamax. Betamax? apa sih? bisa di bilang betamax adalah kaset video yang memuat hanya satu judul film yang di putar di VCR alias Video Cassette Recorder. Kemudian betamax tergantikan oleh VHS yang lebih panjang ukurannya.

Dan ketika era cakram datang, kaset menjadi tergusur secara signipikan. Cakram se-gede baskom (laser disc) pun menjadi trend hingga versi compactnya di temukan yang kemudian di sebut CD. Industri home video pun terinvasi juga hingga lahirnya VCD. Keping VCD biasanya hanya bermuatan file video berdurasa sekitar 50 menitan, sehingga dibutuhkan dua keping VCD untuk satu judl film berdurasi satu setengah jam (kecuali film India).

Dan penyempurnaan home video pun dimulai saat DVD mulai menggantikan VCD. Cakram DVD berkapasitas 4,7 giga byte sehingga memungkinkan suara ala bioskop dan gambar beresolusi tinggi di kemas hanya dalam satu keping DVD saja.

Tentu saja perbedaan mencolok kualitas VCD dan DVD sangat kentara dari banyak segi sehingga ketika DVD diperkenalkan, semua orang terbelalak kagum atas apa yg mereka rasakan. Dengan kapasitas se-gede itu (ada yang lebih dari 4,7 gb juga), para pembajak bahkan mampu memasukkan lebih dari 8 judul film dalam satu cakram DVD (tentu saja kualitasnya ancur abiz).

Dan...apakah kita siap beralih ke BD sekarang? Dengan kapasitas sekitar 32 gb, sensasi menontonpun akan segera di bawa ke level lebih tinggi lagi. Jika 4 gb saja sudah sangat memuaskan, apalagi dengan 32 gb. Konsekuensinya tentu saja periferal yang kita punya harus segera di ganti juga. Dengan 32 gb, maka jika hanya ditonton di teve berukuran 21 inch, maka film yang dikemas pada cakram BD bakalan mubazir. BD menyiapkan para penikmat film rumahan agar tetap merasakan sensasi menonton di bioskop hanya dengan duduk di rumah saja. Dan pastinya, sekarang para produsen home video mulai hanya melempar film ke pasaran versi BD-nya saja (walau para pembajak dengan cerdik mengkonversinya menjadi DVD)

Cerdas juga ya para pengembang teknologi ini, dengan di mulainya era BD maka penjualan BD player juga bakal marak, belum lagi TV dan perangkat audio yang dibutuhkan untuk mendukungnya juga bakal diburu orang.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apa kita butuh cakram BD yang berkapasitas luar biasa hanya untuk menonton satu judul film saja? Jawabannya tentu saja jika cakram BD harganya sangat terjangkau. Namun bagi penikmat film biasa (baca: bukan hardcore), maka membeli perangkat pemutar BD dengan teve HD-nya bukanlah pilihan yang bijak. Kecuali ntar jika BD bajakan sudah mencapai harga 5 ribu perak juga, haha.

Namun, tak ada salahnya bersiap dengan BD ini karena mau tak mau DVD akan segera tergeser. Tumpukan koleksi DVD kita yang segunung itu akan seperti koleksi VCD yang hanya menjadi penanda bahwa era DVD pernah demikian populernya.

Yuk, beli BD player...

>>Ithonx<<

Wednesday, 8 June 2011

Critics’ Choice Television Awards >>> Cekidot Daftar Nominasinya yuk...!


Para kritikus pun kini ikut-ikutan bikin penghargaan yang pada 22 Juni ini akan disiarkan pemenangnya. Di dalam daftar nominasi dibawah ini, banyak serial televisi yang sudah akrab dengan pemirsa kita (pemirsa yang mana neeh? haha). Modern Family menjadi yang terbanyak mengantongi nominasi. Sementara serial baru seperti Boardwalk Empire, The Killing, Game of Throne dan The Walking Dead lumayan mendominasi di genre drama. Serial menahun juga ikut masuk juga, lihat ada Dexter, Friday Night Lights dan Mad Men. Yang patut di curigai adalah tidak masuknya Breaking Bad di daftar nominator. Kita pada tau dong kalo Breaking Bad banyak menyita perhatian juri Emmy dan Golden Globe kemaren-kemaren. Ada apa dengan Breeaking Bad?? Cekidot aja deh nominasinya.

Btw neeh, yg di warnai biru adalah pemenang versi Ithonx, setuju gak?

Best Drama Series

Boardwalk Empire

Dexter

Friday Night Lights

Fringe

Game of Thrones

The Good Wife

Justified

The Killing

Mad Men

The Walking Dead


Best Actor in a Drama Series

Steve Buscemi – Boardwalk Empire

Kyle Chandler – Friday Night Lights

Michael C. Hall – Dexter

Jon Hamm – Mad Men

William H. Macy – Shameless

Timothy Olyphant – Justified


Best Actress in a Drama Series

Connie Britton – Friday Night Lights

Mireille Enos – The Killing

Julianna Margulies – The Good Wife

Elisabeth Moss – Mad Men

Katey Sagal – Sons of Anarchy

Anna Torv – Fringe


Best Supporting Actor in a Drama Series

Alan Cumming – The Good Wife

Walton Goggins – Justified

Shawn Hatosy – Southland

John Noble – Fringe

Michael Pitt – Boardwalk Empire

John Slattery – Mad Men


Best Supporting Actress in a Drama Series

Michelle Forbes – The Killing

Christina Hendricks – Mad Men

Margo Martindale – Justified

Kelly Macdonald – Boardwalk Empire

Archie Panjabi – The Good Wife

Chloë Sevigny – Big Love


Best Reality Series

Extreme Makeover: Home Edition

Hoarders

The Real Housewives of Beverly Hills

Sister Wives

Undercover Boss

(Gak ada pemenang versi Ithonx coz he hates reality shows)


Best Reality Series – Competition

The Amazing Race

American Idol

Dancing with the Stars

Project Runway

RuPaul’s Drag Race

Top Chef


Best Reality Show Host

Tom Bergeron – Dancing with the Stars

Cat Deeley – So You Think You Can Dance

Ty Pennington – Extreme Makeover: Home Edition

Mike Rowe – Dirty Jobs

Ryan Seacrest – American Idol


Best Talk Show

Chelsea Lately

The Daily Show

The Ellen DeGeneres Show

Jimmy Kimmel Live!

The Oprah Winfrey Show


Best Comedy Series

Archer

The Big Bang Theory

Community

Glee

Louie

The Middle

Modern Family

The Office

Parks and Recreation

30 Rock


Best Actor in a Comedy Series

Alec Baldwin – 30 Rock

Steve Carell – The Office

Louis C.K. – Louie

Charlie Day – It’s Always Sunny in Philadelphia

Joel McHale – Community

Jim Parsons – The Big Bang Theory


Best Actress in a Comedy Series

Courteney Cox – Cougar Town

Edie Falco – Nurse Jackie

Tina Fey – 30 Rock

Patricia Heaton – The Middle

Martha Plimpton – Raising Hope

Amy Poehler – Parks and Recreation


Best Supporting Actor in a Comedy Series

Ty Burrell – Modern Family

Neil Patrick Harris – How I Met Your Mother

Nick Offerman – Parks and Recreation

Ed O’Neill – Modern Family

Danny Pudi – Community

Eric Stonestreet – Modern Family


Best Supporting Actress in a Comedy Series

Julie Bowen – Modern Family

Jane Krakowski – 30 Rock

Jane Lynch – Glee

Busy Philipps – Cougar Town

Eden Sher – The Middle

Sofía Vergara – Modern Family

Pemenang akan di update disini, kalo inget, hehe...

>>>Ithonx<<