Universal

Universal
Me and films

Silahkan Cari

Monday, 28 February 2011

OSCAR'S WINNERS THIS YEAR >>> King's Speech Menyabet Predikat Film Terbaik


Akhirnya terjawab sudah. Prediksi banyak orang tentang yang manakah diantara Black Swan, Inception, The Social Network, The Kids Are Alright, 123 Hours, True Grit, Toy Story 3, The King's Speech, Winter's Bone dan The Fighter yang bakal meraih anugrah sebagai film terbaik. The King's menyabet piala oscar sebagai Best Picture walau secara keseluruhan hanya menyabet 4 piala saja. Collin Firth mengalahkan Javier Bardem, Jeff Bridges, Jesse Eisenberg, dan James Franco sebagai Aktor Terbaik. Sedangkan Natalie Portman menumbangkan Anette Bening, Nicole Kidman, Jennifer Lawrence, dan Michelle Williams sebagai Aktris Terbaik. Melisa Leo dan Christian Bale tak perlu dipertanyakan lagi lah mengapa harus menang. sebagai Best Supporting Actor/Actress. Sedangkan Inception tidak menyabet piala-piala di kategori 'prestisius' walau berhasil menyabet 3 piala.

Unjuk gigi bintang-bintang muda sangat membanggakan tahun ini. Masuknya Jesse Eisenberg, James Franco, Michelle Williams dan Amy Adams yang sebelumnya dikenal dengan film-film blockbuster adalah prestasi luar biasa bagi aktor-aktris tersebut walau hanya sebatas nominator saja. Salut buat Michelle Williams sebagai satu-satunya alumni Dawson's Creek yang karirnya menjulang.

BEST PICTURE: The King’s Speech

BEST DIRECTOR: Tom Hooper, The King’s Speech

BEST ACTOR: Colin Firth, The King’s Speech

BEST ACTRESS: Natalie Portman, Black Swan

BEST SUPPORTING ACTOR: Christian Bale, The Fighter

BEST SUPPORTING ACTRESS: Melissa Leo, The Fighter

BEST ANIMATED FEATURE: Toy Story 3

BEST ART DIRECTION: Alice in Wonderland

BEST CINEMATOGRAPHY: Inception

BEST COSTUME DESIGN: Alice in Wonderland

BEST DOCUMENTARY: Inside Job

BEST DOCUMENTARY SHORT: Strangers No More

BEST EDITING: The Social Network

BEST FOREIGN LANGUAGE FILM: In a Better World

BEST MAKE-UP: The Wolfman

BEST SCORE: The Social Network

BEST SONG: Toy Story 3

BEST ANIMATED SHORT: The Lost Thing

BEST LIVE ACTION SHORT: God of Love

BEST SOUND EDITING: Inception

BEST SOUND MIXING: Inception

BEST VISUAL EFFECTS: Inception

BEST ADAPTED SCREENPLAY: The Social Network

BEST ORIGINAL SCREENPLAY: The King’s Speech

Saturday, 26 February 2011

KITCHEN CONFIDENTIAL >>> Sitkom Dengan 'Cita Rasa' Beda...!!


Sebelum menjadi aktor beken dengan tubuh besar berotot, Bradley Cooper dikenang pecinta serial teve dengan peran-peran populer dan beragam. Sebagai Will Tippin di Alias dan Aidan Stone di Nip/Tuck, wajah ganteng Bardley Cooper lumayan mendapat perhatian penggemar masing-masing serial seru tersebut.

Kitchen Confidential produksi tahun 2005 dan entah kenapa seperti lenyap dari hiruk pikuk DVD baik yang bajakan ataupun yang original disini.

Hanya mengemas 13 episode saja, Kitchen Confidential berformat semi sitkom. Durasi hanya sekitar 23 menit dan cerita hanya terjadi di beberapa tempat saja, namun tidak adanya laugh track menjadikan sitkom ini lebih mirip serial Sex and The City.

Cerita berangkat dari tokoh sentral bernama Jack Bourdain (tokoh ini terinspirasi dari penulis memoir terkenal dengan judul sama, Anthony Bourdain) seorang chef yang punya banyak masalah, sebut saja bad boy ya, di kota New York.

Terlibat dengan banyak perempuan dan lompat dari pekerjaan satu ke pekerjaan yang lain, akhirnya Jack bermaksud tobat dan menerima tawaran sebagai chef di restauran bernama Nolita. Saat ditawari mengepalai dapur, Anthony mengajukan syarat, yaitu mengajak teman-temannya yang sama gokil dan gila-gilaan namun profesional untuk bekerja dengannya. Dan petualangan seru melayani tamu, hadirnya mantan-mantan pacar, dan ulah para kru dan temannya menghiasi komedi berisi ini.


Bradley Cooper adalah nyawa bagi sitkom ini, namun ramainya bintang-bintang beken dengan karakter unik dan menggemaskan membuat sitkom ini makin cemerlang. Owain Yeoman yang kini beken sebagai Detektif Rugsby di Mentalist mampu menghadirkan akting keren sebagai Steven Daedelus, pria beraksen Inggris yang hobi mengutil dan mencuri disamping mempunyai kemampuan memasak yang mumpuni. John Francis Daley yang sekarang beken menjadi Dr. Sweet di Bones sangat pas memerankan Jim yang culun dan selalu jadi korban dikerjai teman-teman lainnya. Nicholas Brandon yang sempat dikenal sebagai Xender di Buffy The Vampire Slayer melakoni peran sabagai Seth Richman, ahli kue yang mata keranjang. Karakter Jack, Steven, dan Seth adalah tiga tokoh sentral dengan sifat dan perawakan yang sama dan selalu mendapat masalah di tiap episode (bayangkan, di episode perdana, jari Steven terpotong dan masuk ke dalam masakan, dan seluruh kru restoran harus menarik semua makanan yang sudah terhidang!!). Jaime King, Bonnie Sommerville, Frank Langella, John Cho, dan sederet bintang tamu lainnya menjadikan sitkom dengan pergerakan kamera yang dinamis ini makin seru disaksikan.

Terkadang yang pendek dan tak bertele-tele memang lebih manis dan berkesan, ya. Sitkom ini menawarkan nuansa yang berbeda dan kelucuan yang tidak garing. Jualan utamanya mungkin adalah si tampan dan atletis Bradley Cooper, namun bintang tampan dan cantik, lainnya, juga cerita yang seru adalah nilai tambah tak ternilai bagi sitkom ini.

Penggemar fanatik Bradley Cooper wajib menontonnya, penikmat sitkom tak boleh melewatkannya, dan penggemar serial teve harus memilikinya. Watch it!!

>>Ithonx<<

Friday, 25 February 2011

TWO AND A HALF MAN DIHENTIKAN..!! >>> Charlie Sheen Makin Banyak Bikin Ulah.


Jewel pernah berujar dalam syair lagu super hitnya "Intuition" sepert ini:

.....
You learn cool from magazine
You learn love from Charlie Sheen

Yup, Charlie Sheen adalah salah satu bintang tampan yang banyak dipuja orang di usia mudanya. Berkarir dari usia kanak-kanak, semua orang tahu kalau sang ayah adalah aktor kawakan terkenal, Martin Sheen dan saudara tampannya yang juga aktor beken, Emilio Estevez, membuat karir akting Charlie makin cemerlang.

(Charlie Sheen muda yang tampan dan digila-gilai para wanita)

Namun setumpuk film laris dan puja-puja orang membuat Charlie Sheen tak terkendali. Skandal demi skandal terus memenuhi karirnya. Dari ketergantungan obat dan alkohol, pemukulan terhadap sang istri, Denise Richard, atau perselingkuhan.

Karirnya mulai bagus lagi ketika sitkom Two and A Half Man banyak digemari, namun setelah berjalan hampir enam musim, skandal demi skandal yang terus ia buat mencapai puncaknya, dan kali ini berakibat tak hanya merugikan diri sendiri, namun juga bagi semua aktor dan tim produksi sitkom laris tersebut. Skandal prostitusi, ketergantungan alkohol dan hinaan kasarnya terhadap petinggi WB yang gencar diberitakan media akhirnya mengubur sitkom tersebut.

Lalu mengapa tidak dicari pemeran lain saja sebagai pengganti? Bisa saja sih, namun Charlie adalah nyawa dari sitkom ini, menggantinya sama saja mendepak James Van Derbeek dari Dawson's Creek atau Callista Flockhart dari Ally McBeal.

Berikut pernyataan resmi dari CBS dan WB tentang dihentikannya sitkom ini:

“Based on the totality of Charlie Sheen’s statements, conduct and condition, CBS and Warner Bros. Television have decided to discontinue production of Two and a Half Men for the remainder of the season.”

Disayangkan memang, ulah Charlie Sheen tak termaafkan. Seharusnya Charlie insyaf. Dirinya tidak muda dan tampan lagi, dan banyak yang memprediksi ini akan menjadi awal kehancuran sang bintang yang dulu pernah jadi pujaan para wanita.

Jewel seharusnya mengganti syairnya menjadi

"You learn scandals from Charlie Sheen" hehehe


>>Ithonx<<

Thursday, 24 February 2011

MARIAH CAREY DAN KEHAMILANNYA

Makin dekatnya kelahiran calon bayi kembar sang Diva, Mariah Carey, makin gencar juga pemberitaan media hiburan tentang serba-serbi penyambutan bayi-bayi tersebut. Tak heran sih, Mariah Carey layak mendapat porsi pemberitaan yang sangat besar. Ini Mariah Carey loh. Diva legendaris dunia yang belum bisa tertandingi oleh penyanyi-penyanyi wanita manapun

Selepas merilis album super hit The Emancipation of Mimi, popularitas Mariah Carey yang sempat tenggelam makin menjadi-jadi. Album demi album pun di rilis setelah era Mimi tersebut.

Yang ikut menjadi perhatian tentu saja hubungan asmara sang Diva tersebut. Isu kedekatannya dengan Nick Cannon yang jauh lebih muda makin merebak selepas album E=MC2 di rilis dan menumbangkan rekor Elvis Presley. Tak lama, Mariah pun menngumumkan jika ia telah menikah dengan Nick tanpa terendus media. Foto-foto pernikahanpun akhirnya dirilis.

Yang pesimis menganggap Nick hanya sekedar boytoy saja bagi Mariah, apalagi Nick makin tenar saja sejak menikahi Mariah, maka dugaan jika Nick hanya mendompleng ketenaran Mariah makin sering dibicarakan.

Mariah nampaknya benar-benar jatuh cinta dan menikmati kehidupan rumah tangganya. Saat penjualan album Memoirs of The Imperfect Angel dan Merry Christmas II You tidak terlalu menjulang, Mariah seolah tak peduli. Lagi pula, Mariah sudah berada di posisi tertinggi, sehingga tak memerlukan pembuktian apa-apa lagi. Para fansnya sudah tak terhitung lagi berserakan diseluruh dunia dan tetap membeli albumnya.

Saat mengumumkan ingin mempunyai anak, media lagi-lagi mencibir. Sebagai diva dunia, Mariah terkenal dengan gaya hidupnya yang glamor sehingga keinginannya menjadi gendut dan melahirkan bayi sangat menggelikan.


Spekulasi hamilnya Mariah makin merebak saat dirinya terlihat gendut diberbagai kesempatan, namun tak lama malah langsing kembali (kemudian Mariah mengaku pada saat itu mengalami keguguran). Akhirnya Mariah dan Nick mengumumkan jika mereka memang benar-benar menunggu kelahiran jabang bayi yang ternyata kembar.

Selama mempromosikan album Christmas-nya, Mariah tanpa ragu memamerkan perut gendutnya sambil menyenandungkan lagu-lagu terkenalnya. Bahkan menurut berita, sang ibu negara Michelle Obama mendapat kehormatan menjadi yang pertama yang tahu jika Mariah mengandung bayi kembar.

Pemberitaan pun akhirnya beralih tentang perebutan media atas foto-foto pertama anak Mariah dan Nick. Beberapa majalah malah sudah berani menawar dengan harga yang buat geleng-geleng kepala. Ini memang tradisi di Amerika, saat seorang super seleb punya bayi, media berebut mendapatkan foto-fotonya.

Media pun makin hiperbolis saja saat memberitakan jika Mariah menghabiskan sejumlah uang yang fantastis hanya untuk menghias kamar dan box bayi kembarnya. Mariah sangat menyukai pernak-pernik mahal untuk dirinya sendiri, jadi tak heran jika ia menginginkan hal yang sama untuk bayi kembarnya.

Separuh hidupnya ia habiskan untuk bernyanyi, mengumpulkan rekor dan penghargaan, jadi wajar saja jika Mariah menginginkan kemewahan dan perhatian yang dulu hanya ia rasakan sendiri kini berpaling ke bayi-bayinya.

Di saat umurnya sudah tak muda lagi, Mariah mengalami transisi yang luar biasa: menjadi seorang ibu. Tak ada satupun penggemar yang keberatan dengan perubahan gaya hidup sang diva. Penggemar tidak akan kecewa karena Mariah tak lagi tampil glamor dan seksi asalkan dirinya tetap menulis lagu dan bernyanyi. Mariah menjanjikan bahwa akan ada setumpuk album baru yang akan terus di rilis untuk para penggemarnya. Luar biasa.

Selamat, Mariah. We love you

>>Ithonx<<

Saturday, 19 February 2011

GONJANG-GANJING BEA MASUK FILM IMPOR >>>Seberapa Penting Sih Film Asing Bagi Kita?


Berita hari ini banyak menyoroti tentang dikeluarkannya aturan baru tentang bakal diberlakukannya bea masuk untuk film-film impor yang tayang di bioskop, dan berita juga menyoroti tentang kemungkinan MPA (Motion Picture Association) menghentikan masuknya film-film asing ke gedung bioskop. Tentu saja yang kelabakan adalah pengusaha bioskop yang sangat bergantung dengan film-film asing (baca: Hollywood) dan juga para penikmat film asing?

Para penikmat film juga sedih? Iya sih, namun kalau dipikir-pikir lagi, ini juga bisa bagus buat perkembangan film nasional kita, iya gak? Lagi pula dengan masih membanjirnya dvd bajakan, rasa-rasanya kehausan penikmat film masih bisa terpenuhi.

Tak bisa disangkal bahwa film-film Hollywood masih menjadi primadona di negara kita (juga banyak negara lain). Puluhan judul baru selalu hadir setiap minggunya. Apalagi satu dekade terakhir ini tayangan lokal menyerbu televisi kita.

Untungnya serbuan DVD bajakan belum mampu membunuh bioskop seratus persen walau sepanjang dekade 90an dan 2000an jumlah gedung bioskop makin berkurang secara drastis. Di palembang saja, hanya dua gedung bioskop yang masih aktif memutar film impor dan lokal. Dan Alasan utama orang masih pergi ke bioskop tentu saja adalah inginnya menikmati pengalaman lain menonton yang tidak di dapat hanya dari layar teve di rumah.

Hadirnya teknologi 3 dimensi atau 3D tentu saja menjadi angin segar bagi para pengusaha bioskop. Teknologi 3D memberi pengalaman menonton yang baru bagi banyak orang sehingga orang punya alasan lain untuk menonton film di bioskop. Dan tentu saja saat para pengusaha bioskop bersorak gembira lantaran lonjakan penonton sangat signifikan dengan hadirnya 3D, mereka jadi lesu darah mendengar bakal adanya bea masuk film-film impor. Bea masuk mengakibatkan besarnya biaya yang dikeluarkan pemasok film-film impor ke gedung bioskop, padahal mereka kadang harus bertaruh lantaran banyak film-film asing yang laku keras ditonton di negara asalnya, malah sepi-sepi saja ketika di putar disini.

Lalu pertanyaannya adalah: Sepenting itukah film impor (Hollywood, ya) bagi kita? Akan ada yang hilangkah dari hidup kita jika tak menonton film Hollywood?. Pertanyaan kedua mungkin terlalu berlebihan, namun pertanyaan pertama bisa dijawab semua orang. Jawabannya, penting!. Hollywood adalah produsen film terbesar di dunia yang mempengaruhi seluruh aspek budaya populer. Saking berpengaruhnya, beberapa negara-negara berbahasa Inggris lain bahkan tidak punya industri film sama sekali lantaran penduduknya hanya mau menonton film-film produksi Hollywood.

Banyaknya DVD bajakan tidak akan mempengaruhi mandegnya penetrasi budaya pop di Indonesia, namun dengan tidak ditayangkannya film-film Hollywood di gedung bioskop akan mengurangi secara signifikan greget sebuah tayangan film dan akhirnya akan membuat apresiasi kita terhadap film akan semakin tipis.

Ketika menonton film, selama dua jam kita di bawa ke 'dunia' lain dan bioskop menawarkan minimalnya gangguan terhadap fantasi kita itu. Dan fantasi yang di inginkan banyak orang itu datang dari film-film impor.

Pemerintah mungkin mengingikan perfilman nasional ramai seperti awal tahun 90an saat Barry Prima dan Trio Warkop membuat orang-orang berbondong-bondong ke gedung bioskop, namun dengan cara menerapkan bea masuk yang memberatkan pengusaha bioskop dan berdampak berkurangnya film-film asing yang di putar adalah salah.

>>Ithonx<<

Friday, 18 February 2011

AQUAMAN >>> Justin Hartley was AQUAMAN before becoming GREEN ARROW

Di tahun 2007, WB pernah berkeinginan membuat serial Aquaman sebagai suksesor serial sukses Smallville, dan kemudian digaraplah episode pilot yang masih bisa diunduh tersebut. Namun akhirnya kita hanya bisa menyaksikan Justin sebagai Aquaman hanya sebatas episode pilot tersebut lantaran (pasti sudah tahu) Justin akhirnya bermain sebagai Green Arrow di Smallville dan Aquaman juga hadir sebagai recuring character di Smalllvile yang diperankan aktor lain.

Gak apalah, namun setelah menyaksikan (lagi) Aquaman proyek coba-coba ini, kayaknya WB harus serius menggarap serial ini sebagai antisipasi bakal berakhirnya Smallville. Justin Hartley tentu tidak mungkin kembali menjadi Aquaman lantaran imej Green Arrow kadung melekat (sebaiknya dibuat spin off juga ya..), namun Alan Ritchson melakoni sang manusia ikan tersebut tetap punya fan base dan bukan cast yang tidak tepat. Setuju kan?

(Aquaman: Alan Ritchson di Smallville)

Aquaman adalah karakter komik milik DC, jadi plot sudah pasti banyak yang hafal. Namun sedikit polesan (layaknya Smallville) bisa membuat serial ini (semoga jadi dibuat) berwarna. Merujuk pilot episode-nya Justin Hartley, Aquaman alias Arthur Curry adalah pangeran Atlantis yang dibawa sang ibu (entah dibawa ato sang ibu menikah dengan manusia) ke dunia kita dan akhirnya menjadi pahlawan bagi dunia laut (bagus buat isu pemanasan global, ya). Monster-monster bawah laut, pemandangan indah terumbu karang dan spesial efek lumayan baik. Jadi, Aquaman harus segera digarap mengingat bakal ada Wonder Woman sebentar lagi. Sekali lagi, setuju kan?

>>Ithonx<<

Thursday, 17 February 2011

Siap-siap WONDER WOMAN akan hadir >>> Adrianne Palick is WONDER WOMAN (Bukan Mulan Jameela...!!)



Setelah dikabarkan terkatung-katung, akhirnya obsesi pembesut Ally McBeal, David E, Kelley untuk menghidupkan kembali sang pahlawan nan cantik dan seksi Wonder Woman kesampaian juga. Sejumlah media melaporkan bahwa proyek ini sudah memasuki tahap penggarapan episode pilot.

Dan tentunya yang membuat penasaran adalah siapa yang bakal memerankan Wonder Woman? Megan Fox kah? atau Mulan Jameela? Hehehe.

Yang beruntung adalah Adrianne Palicki yang padahal baru saja bersusah hati lantaran serialnya Lone Star tidak diperpanjang. Bagi para pecandu serial Friday Night Lights, wajah Adrianne pasti sudah akrab.

Stasiun NBC menyerahkan episode awal untuk digarap oleh Jeffrey Reiner yang ternyata sutradara Friday Night Lights juga, jadi bisa ketebak kan mengapa Adrianne yang menyabet peran itu. Huh, nepotisme...gak pake audisi ya...Ah gak penting, yang jelas kalau memang layak pasti hasilnya bagus, iya kan??

Menjelang akan menghilangnya Smallville dari layar kaca, setidaknya Wonder Woman akan menerima tongkat estafet sebagai serial superhero yang paling banyak ditonton. Semoga.

Baca posting tentang Wonder Woman sebelumnya ya:

READY FOR WONDER WOMAN ON TV?? >>> Bukan Mulan Jameela..!!



>>Ithonx<<

Tuesday, 15 February 2011

THE NET >>> Belum Ada iPad Disini: Bernostalgia Ke Tahun 95, Saat Brooke Langton Begitu Mempesona

Serial THE NET berdasarkan film dengan judul yang sama yang pernah di bintangi Sandra Bullock. Di versi serial, Angela Bennet di perankan oleh Brooke Langton. Ceritanya nih, Angela adalah seorang hacker khusus pada debugging system yang suatu hari menerima sebuah laptop dan membuat hidupnya kacau lantaran sebuah konspirasi sebuah persekongkolan rahasia bernama Praetorians. Angela makin dalam terjerumus kedalam permainan berbahaya dan menguak siapa orang tuanya.

Plot begitu menarik ya, tapi harus diingat ini serial tahun 1995, jadi di jaman sekarang saat Laptop tampil begitu stylish dan iPad nampak begitu menggiurkan, maka serial ini akan membuat kita bernostalgia tak hanya dengan Brooke Langton, namun juga dengan bentuk-bentuk "antik" perangkat komputer yang pada saat serial ini dibuat pastilah sangat canggih.

Terlepas begitu cupu-nya tekhnologi, ritme cerita begitu penuh intrik dan enak diikuti. Kucing-kucingan antara protagonis dan antagonis menjadi suguhan yang tidak bisa dianggap buruk.

Brooke Langton yang pernah beken di serial Melrose Place (hayo, inget gak?) cukup baik menjabani peran sebagai Angela Bennet.

Serial ini tidak begitu melambung ketika ditayangkan, bahkan ratingnya terbilang buruk dan hanya bertahan satu musim. Namun ya itu tadi, lumayan buat nostalgia.

Masih belum ngeh dengan Brooke Langton??

(Brooke Langton memerankan pacar Keanu Reeves di Replacement,
jadi cheerleader seksi. Film yang lucu...)

(Yup, disebelah itu memang Dominic Purcell, tapi ini bukan adegan Prison Break. Itu Brooke Langton dan Dom di Primeval, film tentang buaya darat: bener, buaya raksasa yang mengejar2 mereka di darat)


>>Ithonx<<