Universal

Universal
Me and films

Silahkan Cari

Monday, 31 January 2011

THE EVƎNT >>> PARA ALIEN MEMANG TELAH LAMA BERADA DIANTARA KITA..!! >>> Se-misterius Apa Sih??

Di peran-utamai oleh Jason Ritter dan Sarah Roemer, serial The Event diyakini mampu menarik banyak penggemar cerita misteri dan membingungkan yang baru saja ditinggal pergi LOST.

Mengadopsi teknik narasi ala LOST yang super mengejutkan dan njelimet itu, The Event berusaha membuat penonton mengumpulkan keping demi keping cerita yang harus dirangkai sendiri. Unik.

Baiklah, kalo bersikeras pengen tau plot-nya.

Menjelang berakhirnya perang dunia II nih, ada pesawat tak dikenal jatuh di Alaska yang ternyata penumpangnya nampak seperti manusia, namun DNA mereka menunjukkan jika mereka bukan manusia. Sekitar 97 penumpang yang selamat di karantina oleh pemerintah AS di fasilitas rahasia di gunung Inostanska. Sisa penumpang yang selamat berhasil kabur dan hidup ditengah-tengah masyarakat tanpa diketahui keberadaannya lantaran ke 97 penumpang yang di tangkap bersikeras tutup mulut.

Di lain pihak, presiden berkulit hitam (Obama ya? hehe) Elias Martinez baru mengetahui keberadaan mereka setelah dilantik dan berusaha membebaskan. Namun rencana sang presiden gagal lantaran terjadi rencana pembunuhan terhadap dirinya dengan teknologi super canggih bukan buatan manusia.

Sementara penonton juga disodori fakta bahwa salah satu agen yang dipilih mengepalai tim penyelidikan para Alien juga ternyata alien.

Dan yang terjebak ditengah-tengah adalah Sean Walker, yang berencana melamar sang pacar, Leila yang sedang pesiar di Karibia. Mereka bertemu pasangan lain yang mereka tolong, namun ternyata malah membuat mereka berdua terjebak dalam misteri besar dan membuat mereka berdua terpisah. Maut pun terus mengintai mereka berdua sambil saling terus mencari.

Bagi yang menyukai teknik narasi lempeng layaknya serial-serial lain, maka The Event rada membuat bingung. Namun di situlah keasyikannya. Penonton diajak menelusuri 'event' demi 'event' yang membuat tiap subplot terbuka perlahan. Penggalian karakter tiap tokoh berlangsung tiap episode dan lapis demi lapis misteri disuguhkan dengan cara yang unik.

Terus terang, Ithonx kurang akrab dengan Jason Ritter, pemeran Sean Walker lantaran Jason jarang mendapat peran utama. Wajahnya kerap terlihat sebagai bintang tamu di beberapa serial semacam The Class dan...apalagi ya?? oh iya, Jason lumayan dapat peran penting mendampingi alm. Brittany Murphy di Freddy VS Jason, inget gak??. Namun Sarah Roemer yang memerankan Leila mudah dikenali lantaran pernah mendampingi Shia Labouf di film hit Disturbia.

The Event baru berlangsung 10 episode atau masih midseason 1 dan kelangsungannya belum teruji. Apakah akan menahun layaknya LOST atau malah mandeg dan kehilangan magnet misterinya dalam waktu dekat? Kita tunggu saja.

>>Ithonx<<

HENRY CAVILL IS THE NEW SUPERMAN.....!!!!!! >>> Brandon Routh dan Tom Welling Gigit Jari...Ugh...!!


Penggemar The Tudors pasti sudah akrab dengan wajah dan bokong Henry Cavill, (hehe, lantaran kerap beradegan ranjang). Warner Bros akhirnya mengumumkan bahwa Henry menyabet peran sebagai Clark Kent dan Superman yang bakal di sutradarai oleh Zack Snyder. Sementara cerita ditulis oleh duo kawakan David S. Goyer. Rencananya, film ini akan dirilis dengan judul Superman doang (tapi liat aja perkembangannya ntar) dan dijadwalkan rilis December 2012.

Simak deh press rilis resmi dari WB: Ah, Tom dan Brandon pasti lagi nangis...hikz...

superman_alex_ross_01

HENRY CAVILL WILL TAKE ON THE DUAL ROLE OF CLARK KENT / SUPERMAN IN THE NEW FILM FROM WARNER BROS. PICTURES AND LEGENDARY PICTURES

BURBANK, CA, January 30, 2011 – Warner Bros. Pictures and Legendary Pictures announced today that Henry Cavill has won the coveted role of Superman, the iconic superhero.

The film will be directed by Zack Snyder, who stated, “In the pantheon of superheroes, Superman is the most recognized and revered character of all time, and I am honored to be a part of his return to the big screen. I also join Warner Bros., Legendary and the producers in saying how excited we are about the casting of Henry. He is the perfect choice to don the cape and S shield.”

Charles Roven, Emma Thomas, Christopher Nolan and Deborah Snyder are the producers of the film. The screenplay is being written by David S. Goyer based on a story by Goyer and Nolan. Thomas Tull and Lloyd Phillips are serving as executive producers.

Cavill recently wrapped production on “The Cold Light of Day” and stars in the upcoming “Immortals,” opening this fall.

Targeted for release in December 2012, the new Superman movie will be distributed worldwide by Warner Bros. Pictures, a Warner Bros. Entertainment Company.

Sebelumnya prediksi siapa bakal jadi Superman terbaru pernah Ithonx posting disini:


The Next Superman >>> Still Routh...or Welling??


The Screen Actors Guild Awards 2011 >>> Temple Grandin pun Menang lagi...


OUTSTANDING PERFORMANCE BY A CAST IN A MOTION PICTURE: The King’s Speech

OUTSTANDING PERFORMANCE BY A MALE ACTOR IN A LEADING ROLE: Colin Firth for The King’s Speech

OUTSTANDING PERFORMANCE BY A FEMALE ACTOR IN A LEADING ROLE: Natalie Portman for Black Swan

OUTSTANDING PERFORMANCE BY A MALE ACTOR IN A SUPPORTING ROLE: Christian Bale for The Fighter

OUTSTANDING PERFORMANCE BY A FEMALE ACTOR IN A SUPPORTING ROLE: Melissa Leo for The Fighter

OUTSTANDING PERFORMANCE BY AN ENSEMBLE IN A COMEDY SERIES: Modern Family

OUTSTANDING PERFORMANCE BY AN ENSEMBLE IN A DRAMA SERIES: Boardwalk Empire

OUTSTANDING PERFORMANCE BY A MALE ACTOR IN A COMEDY SERIES: Alec Baldwin for 30 Rock

OUTSTANDING PERFORMANCE BY A FEMALE ACTOR IN A COMEDY SERIES: Betty White for Hot in Cleveland

OUTSTANDING PERFORMANCE BY A MALE ACTOR IN A DRAMA SERIES: Steve Buscemi for Boardwalk Empire

OUTSTANDING PERFORMANCE BY A FEMALE ACTOR IN A DRAMA SERIES: Julianna Margulies for The Good Wife

OUTSTANDING PERFORMANCE BY A MALE ACTOR IN A TELEVISION MOVIE OR MINISERIES: Al Pacino for You Don’t Know Jack

OUTSTANDING PERFORMANCE BY A FEMALE ACTOR IN A TELEVISION MOVIE OR MINISERIES: Claire Danes for Temple Grandin

Saturday, 29 January 2011

TRU CALLING >>> Too Hard To Be Tru...!!

Tru Calling bukan serial baru. Setelah Tru Calling usai, sang bintang cantik Eliza Dushku bermain di beberapa film layar lebar dan bintang tamu di beberapa serial teve lain. Dan akhirnya kembali menjadi bintang utama di Dollhouse.

Tru Calling yang sempat tayang di stasiun teve kita banyak menyita perhatian penggemar serial teve yang dibuat penasaran dengan plotnya. Di hentikannya serial ini tanpa ending yang tidak jelas, sempat membuat beberapa penggemar fanatik berang. Bagaimana tidak, plot yang awalnya lambat dan repetitip, berubah menjadi cepat di paruh kedua musim pertama sehingga menambah tensi cerita, namun tiba-tiba harus diakhiri. Ya sudahlah.

Tru Davies adalah anak tengah dari tiga bersaudara: Meredith, Tru dan Harrison Davies yang mesti kehilangan ibu mereka saat masih belia. Sang ibu di bunuh oleh orang tak dikenal didepan mata Tru. Dan sang ayah, menelantarkan mereka. Premis itulah sang disodorkan penonton di episode pertama musim perdana serial ini.

Kemudian kita di ajak ke 10 tahun kemudian saat tiga kakak adik ini sudah dewasa. Meredith bekerja di firma hukum, Tru menamatkan kuliah S1-nya, dan Harrison terlibat masalah akibat hobi berjudinya. tentu saja cerita banyak berfokus ke Tru. Di ceritakan Tru ingin melanjutkan kuliah kedokterannya dengan berusaha magang di sebuah rumah sakit. Namun nasib membawanya magang ke City Morgue alias Kamar Mayat. Berasumsi bahwa magangnya ini hanya batu loncatan dan akan menambah resume saat melanjutkann kuliah kedokterannya, Tru menerima tawaran tersebut tanpa sadar bahwa pekerjaan ini akan merngubah jalan hidupnya dan orang-orang disekitarnya.

Saat menangani mayat, tiba-tiba Tru mengalami hal aneh. Sang mayat tiba-tiba membuka mata dan bilang "Help me". Dan tiba-tiba ia terjaga dari tidur di hari yang sama seperti mendapat de javu. Lambat laun Tru sadar kalau dia mampu mengulang hari (istilahnya 'reliving the day'). Sebisa mungkin Tru berusaha menyelamatkan 'sang mayat' agar tidak menjadi mayat seperti hari yang sebelumnya ia jalani. Tentu saja ini pekerjaan yang tidak gampang. Tru tak bisa datang ke seseorang dan bilang "Hi, I'm Tru. You're gonna die today so please be careful". Tru harus menggunakan 'metode' tertentu yang membangun plot di tiap episode.

Pengulangan plot di tiap episode tak terhindarkan, namun di episode ke 11 ritme cerita mulai berubah tegang saat tokoh Jack Harper muncul dan misteri kematian ibu Tru mulai terkuak, belum lagi hadirnya kembali sang ayah yang menjadi kunci teka-teki semua misteri. Tru makin bimbang apakah bakat yang ia punya merupakan anugrah atau kutukan saat orang terkasihnya harus tewas tanpa bisa ia tolong.


Karakter Tru sangat pas di mainkan si cantik Eliza Dushku. Eliza mampu menafsirkan tokoh Tru dengan pas. Kebingungan, lelah karena sering berlari-lari, kesedihan dan keceriaan saat mampu mencegah kematian bisa di lakoni oleh aktris seangkatan Kirsten Dunst dan sarah Michell Geller ini. Tru harus 'mati-matian' menolong orang yang semula tak dikenalinya sama sekali. Belum lagi harus memelihara hubungan yang sehat dengan Luc Johnston, sang pacar yang tidak tahu kelebihan Tru. Luc di perankan oleh Matthew Bomer yang beken lewat Traveler dan saat ini sedang menikmati popularitas di White Collar.

Selain di sibukkan dengan misi penyelamatan di tiap episode, Tru juga harus berurusan dengan masalah sang adik, Harrison dan sang kakak Meredith. Meredith yang sukses ternyata pecandu kokain namun tokoh ini tidak 'dipelihara' oleh penulis cerita sehingga tidak terlalu merecoki hidup Tru. Lain halnya tokoh Harrison yang diperankan dengan pas oleh Shawn Reaves. Harrison hampir selalu muncul di tiap episode. Karakternya yang bengal, kerap terlibat hutang judi namun penakluk wanita berhasil membangun chemistry yang pas dengan tokoh Tru. Tru dan Harrison menjadi tokoh-tokoh kuat yang membangun plot menjadi lebih dinamis. Apalagi Harrison di ceritakan mempunyai hubungan pasang surut dengan teman baik Tru, Lindsay. Sang teman baik, Lindsay memang tidak diberi jatah penting pada plot line, namun kehadirannya cukup membuat meriah cerita karena dialah tokoh paling 'normal' di cerita ini.

Zach Galifianakis yang sekarang beken di film Hangover mendapat jatah peran penting sebagai Davis, bos Tru di City Morgue yang tahu rahasia besar Tru dan ibunya yang membantu Tru dalam misi penyelamatannya. Peran geeky dan smartnya mampu menghidupkan Davis yang menjadi sidekick bagi Tru.

Jika ingat dengan serial remaja bombastis dan populer tahun 90an, Beverly Hills 90210, pasti sulit menyingkirkan sosok Brandon Walsh. Yup, sang pemeran, Jason Priestley menghidupkan tokoh Jack Harper yang antagonis dan 'mengobark-abrik' kehidupan personal dan misi penyelamatan Tru.

Penggemar serial teve bakal bernostalgia juga dengan wajah-wajah bintang tamu yang sekarang lebih beken, atau menghilang, di tiap episode. Ada Nick Wechsler (Roswell), Ryan Kwanten (True Blood), Alex di Joey, Gretchen di Prison Break (lupa nama asli mereka, hehe) dan banyak lainnya.

Tru Calling memang tidak mampu bertahan lama layaknya Ghost Whisperer yang berpremis mirip, namun cerita yang menggigit dan drama keluarga yang mampu membuat penonton bersimpati pada karakter utamanya cukup membuat serial ini berkesan. Penonton diajak menyelami rumitnya kehidupan Tru yang kebingungan membina hubungan cinta dengan Luc, pekerjaan, misi penyelamatan, keluarga, dan bahkan kematian.

"Help me, Tru"

>>Ithonx<<

Friday, 28 January 2011

Maine Pyaar Kyun Kiya VS Just Go With It VS Cactus Flower >>> Saling Contek??


Film komedi romantis terbaru Adam Sandler, Jennifer Aniston dan Nicole Kidman berjudul Just Go With It akan dirilis bulan Pebruari nanti. Coba baca premisnya:

A plastic surgeon (Sandler) enlists his loyal assistant (Aniston) to pretend to be his soon to be ex-wife in order to cover up a lie he told to his much younger girlfriend (Decker).


Banyak yang curiga kalau Just Go With It adalah remake film Bollywood berjudul Maine Pyar Kyun Kiya. Coba baca premis ini, atau banyak yang sudah menontonnya karena rilis 2005

Samir is a very successful doctor: He not only looks after his patient's various maladies, but also looks after his female patients' hearts. Most women fall for him and his irresistible charms. The only person who has not fallen for him is his dutiful nurse Naina. Whenever a girl gets too close to Samir and starts talking about marriage, he sends her off by telling her he is already married. However, one day, he meets Sonia, a beautiful young woman and Samir is smitten. When she learns of his 'wife', she wants to meet her -- and Samir introduces Naina, as well as her niece and nephew, as his wife and children. Samir then arranges a fake divorce from a fake wife with the help of his best friend, lawyer Vicky who, despite having a steady girlfriend, frequently flirts with Naina. To complicate things further, Samir's mother suddenly appears and doesn't want her son get divorced from Naina (when he isn't married to her in the first place)


Namun film-nya Salman Khan tersebut sebenarnya mencontek habis film klasik berjudul Cactus Flower. Ini premisnya:

Toni Simmons believes that the only reason her married lover won't leave his wife is because of the children. In truth, her lover, dentist Julian Winston, doesn't have any children. In fact, Julian doesn't even have a wife - he just tells women he does to avoid getting involved. When Julian does decide to take the plunge with Toni she insists on meeting the first wife and Julian enlists the aid of his long-time nurse/receptionist Stephanie Dickinson to play the part.


Waduh, yang mana nyontek yang mana ya?? Jadi pengen nonton ketiga film tersebut. Yang punya Adam Sandler musti nunggu bulan depan. Yang India, hmm bukan penggemar Bollywood. Yang klasik...nyari di mana??


Sunday, 23 January 2011

ELI STONE SEASON 2 >>> Berakhir Manis...


Penggemar courtroom drama alias drama seputar dunia hukum (semisal Boston Legal, The Practice, atau Ally McBeal) pasti akan dengan suka cita mengikuti episode-episode (yg tak terlalu banyak) serial yang di bintangi Johny Lee Miller dan Natsha Henstridge ini. Serial ini bukanlah serial baru, masa tayangnya sekitar 2008 hingga 2009, namun tetap saja serial ini mampu menarik perhatian banyak orang.

Tidak bisa dipungkiri jika banyak yang menyamakan Eli Stone dengan Ally McBeal. Bahkan, banyak yang menyebut Eli Stone adalah versi pria Ally McBeal. Memang sih, nuansa dramedi dan setting-nya sangat mengingatkan kita dengan serial besutan David E.Kelley yang dibintangi Callista Flockhart itu.

Eli Stone adalah pengacara di sebuah firma hukum bernama Wethersby, Posner and Klein yang kerap mengalami halusinasi. Eli kerap melihat penyanyi tenar George Micheal yang merupakan idolanya. Ternyata halusinasi2nya itu adalah 'vision' atau wahyu yang membimbingnya untuk membela orang-orang yang membutuhkan, bukan klien-klien kaya yang sering ia bela. Namun secara medis Eli ternyata menderita aneurysm, semacam tumor otak yang membuatnya kerap berhalusinasi.

Eli menerima wahyu-nya di sembarang tempat hingga membuatnya dipandang aneh dan terancam kehilangan pekerjaan. Namun perlahan orang-orang mulai menerima 'keanehan' Eli lantaran ia lah yang meramalkan adanya gempa hebat di penghujung musim perdana.

Musim pertama begitu memikat lantaran penonton disuguhi konflik antar tokoh yang unik dan terkadang menyentuh. Eli harus bersebrangan dengan rekan-rekan sekantornya, belum lagi harus mempertahankan hubungan romantisnya yang amburadul dengan sang anak bos, Taylor. Belum lagi dengan saudaranya yang seorang dokter, Nate, sekretarisnya yang bawel, Patty, dan ahli akupuntur yang ternyata punya rahasia besar dengan masa lalu The Stones. Di episode akhir musim pertama penonton di bawa was-was apakah Eli berhasil dioperasi dan apakah halusinasinya akan hilang dan menjadi normal seperti sedia kala.

Musim kedua di buka dengan cerita beberapa bulan setelah Eli menjalani operasi pengangkatan aneurysm yang dideritanya. Eli tak lagi mengalami halusinnasi, namun anehnya beberapa orang di tempat kerja dan bahkan bos-nya Jordan menginginkan Eli yang mampu melihat hal-hal aneh. Kejutan terjadi ketika tiba-tiba saudara Eli, Nate malah yang mengalami halusinasi alias menerima wahyu. Dan Eli pun menjumpai sosok misterius yang diyakininya utusan Tuhan yang memberinya pilihan tidak mengenakkan yg harus ia jalani.

Pasang surut hubungan mantan tunangan Eli, Taylor dan Matt di ulas dengan manis di musim terakhir ini. Sang Bos, Jordan juga mengalami 'pencerahan' dengan tiba-tiba ingin mengubah stir firmanya menjadi total pro bono. Tentu saja Posner dan Klein tidak tinggal diam dan menyerang Jordan dan sekutunya agar bangkrut.

Maggie, rekan kerja Eli yang berhati mulia itu kini mulai menerima kenyataan bahwa Eli tidak mencintainya, dan saat terjadi pecah kongsi di firma WPK, Maggie memilih hengkang bersama Matt ke firma PK, dan Eli, Taylor, dan Jordan harus mati-matian membangun reputasi baru di firma WS.

Lapis demi lapis rahasia sang ayah pun mulai terkuak. Eli dan Nate makin mengerti mengapa sang ayah menjadi pemabuk saat mereka kecil. Klimaks mulai di bangun di dua episode terakhir saat Eli mendapat vision jika sebuah pesawat komersil akan jatuh, dan beberapa orang yang sangat ia pedulikan akan berada di pesawat tersebut, dan misteri siapakah Grace, wanita yang ia percaya sebagai belahan jiwanya, bakal terkuak.


Soal akting, tidak ada yang tampil buruk. Barisan cast-nya sangat sempurna lantaran bintang-bintang senior dengan resume yang mumpuni. Hubungan antar karakter dibangun dengan sangat indah dan konflik-konflik dibuat tidak terlalu tajam. Hubungan Taylor-Matt sangat proporsional sehingga membangun sub-plot yang enak disaksikan.

Jika di musim pertama kita tak henti dihibur dan tertawa dengan hadirnya George Micheal yang bersedia ikut berakting lantaran menyukai serial ini, maka di musim kedua kita bakal menikmati akting Sigourney Weaver, Kattie Holmes dan Kerr Smith. Yup, ada dua bintang Dawson's Creek di sini..!!

Uniknya, Kerr Smith juga bermain di film Final Destination, dan entah sengaja atau tidak, adegan Eli berusaha menghentikan teman-temannya agar tidak naik pesawat mau tak mau mengingatkan kita dengan film blockbuster tersebut.

Eli Stone adalah tontotan cerdas dengan sentuhan komedi dan pesan moral yang sangat menyentuh. Sayang memang harus berakhir, walau sebenarnya direncanakan berlangsung hingga tiga musim. Namun ternyata sedikitnya musim dan episode (hanya 13 episode per musim) mampu membuat cerita menjadi lebih hidup dengan eksekusi plot yang membuat penonton tersenyum bahagia demi melihat Eli Stone terus meneruskan misi mulianya menolong sesama.

Rahasia (jika tidak mau di bilang 'misteri') yang menyelimuti karakter penting Jeremy Stone bisa disembunyikan dengan baik dan dibeberkan dengan cermat dan tepat di setiap episode sehingga penonton mampu menyusun kepingan-kepingan cerita dengan sangat menyenangkan.

Bye, Eli. We're gonna miss you. A lot.

Thursday, 20 January 2011

LEBIH LENGKAP TENTANG SPARTACUS YANG BARU


Walau sebelumnya sudah di tulis bahwa Liam McIntyre bakal menggantikan Andy Whitfield sebagai Spartacus, kali ini kita simak yuk press release resmi dari Starz dan juga bocoran plot di musim ke dua:

LIAM MCINTYRE CHOSEN TO PLAY TITLE ROLE IN NEW “SPARTACUS”
Australian Actor Picked to Topline Hit Series for Starz
Production of Season 2 Is Set to Begin in New Zealand by Spring 2011

Beverly Hills, CA – Jan. 17, 2011 – Australian film and TV actor Liam McIntyre has excelled at a grueling and rigorous audition process to claim the title role in the second season of Starz’ hit franchise, “Spartacus,” Starz, LLC, President and CEO Chris Albrecht announced today.

McIntyre takes over the role of the Thracian warrior sold into slavery in the Roman Republic city of Capua – where he rises to become the champion of the city – before leading the slave revolt that ended Season 1. The part was played in the first season of “Spartacus: Blood and Sand” by Andy Whitfield, who was forced to leave the show in order due to health issues. Whitfield gave his blessing to the recasting.

“Since no one can really replace Andy, we realized that we should instead find an actor who can truly lead ‘Spartacus’ forward,” Albrecht notes. “It was important to us to have Andy endorse the idea of recasting this part, which he did in the same heroic manner that he’s dealt with his whole ordeal. And that, coupled with our fortune in finding a young actor with the gladiator credentials and the acting ability of Liam, makes it easier for us to keep this hit franchise going.”

Liam McIntyre made his mark in his native Australia on such series as “Neighbours,” and “Rush.” He also appeared in the HBO mini-series “The Pacific.” He recently completed his first feature starring role in the independent film Frozen Moments. McIntyre is currently in New Zealand, getting himself into gladiator shape in order to take on that iconic role. Production on the series is slated to resume by Spring of 2011.

From the time “Spartacus: Blood and Sand” debuted on Starz in January, 2010, it established itself as an epic production with rich storytelling and visuals unlike anything seen previously on any TV show. Audiences responded immediately, making it the most-watched premiere in Starz’ history, and making the show the most watched cable program on nearly two-thirds of the Fridays it aired original episodes. Also starring John Hannah as Batiatus, Lucy Lawless as Lucretia, Peter Mensah as Doctore, Manu Bennett as Crixus and Viva Bianca as Ilythia, “Spartacus: Blood and Sand” was one of the most talked-about and best-loved TV shows of 2010. Season 2 of the series finds Spartacus and his fellow gladiators now out of Capua and engaged in the massive slave rebellion against Roman society that has echoed through time.

“Spartacus: Gods of the Arena,” a six-part prequel that tells the story of the House of Batiatus gladiator school, and the intricate personal, sexual and political maneuverings in Capua five years before “Blood and Sand” was set, debuts at 10 p.m. et/pt on Friday, Jan. 21. Dustin Clare, as the charismatic and self-destructive gladiator Gannicus, joins Hannah, Lawless, Mensah and Bennett in the event series

Wednesday, 19 January 2011

MATT BOMER 'SI KERAH PUTIH' MENDAMPINGI JUSTIN TIMBERLAKE DI FILM FUTURISTIK 'NOW'



Bintang serial White Collar, Matt Bomer mengungkapkan bahwa dirinya membintangi film futuristik tegang berjudul Now di sela-sela jeda istirahat serial bekennya itu yang bakal memasuki musim kedua. Matt menuturkan bahwa Now bercerita tentang sekelompok penduduk yang mampu menghentikan penuaan di umur 25 namun setelah mencapai umur tersebut mereka punya dua pilihan: menunggu kematian yang sudah ditentukan atau bisa abadi dengan mengeluarkan sejumlah uang. Tentu saja plot masih belum pasti mirip seperti yang dituturkan tadi namun paling tidak lumayan menjanjikan.

Dan yang paling menjanjikan adalah hadirnya Justin Timberlake, Amanda Seyried, dan Cillian Murphy di film tersebut.

Kita Tunggu saja filmnya ya, sementara menunggu...ya nonton White Collar...!

>>Ithonx<<